UNLAM LEPAS 1.595 WISUDAWAN & WISUDAWATI
Unlam hari ini melaksanakan Rapat Terbuka Senat Universitas dengan acara Wisuda yang ke 80. Wisuda kali ini diikuti oleh 1.595 wisudawan yang terdiri atas 4 orang lulusan S0, 1.478 lulusan S1, dan 113 lulusan S2, dengan rincian lulusan, S1 FKIP 1.030, S1 Fakultas Hukum 93, S1 Fakultas Ekonomi 13, S1 FISIP 58, S1 Fakultas Pertanian 48, S1 Fakultas Kehutanan 17, S1 Fakultas Teknik 68, S1 Fakultas Kedokteran 81, S1 Fakultas MIPA 59, dan S0 Analis Farmasi Makanan Fakultas MIPA 4 Orang.
Acara wisuda dilaksanakan di Gedung Sultan Suriansyah Banjarmasin, di hadiri oleh anggota senat Unlam, undangan dan keluarga wisudawan. Pada wisuda kali ini di laksanakan pemilihan wisudawan terbaik yakni dari Program Pascasarjana atas nama Wenny Wulandari dengan IPK 4.00 lama studi 2 tahun. Strata I wisudawan terbaik yakni M. Sa’duddien Khair dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dengan IPK 3.89 lama studi 3.5 tahun, Reni Puspita Sari dari Fakultas Hukum dengan IPK 3.76 lama studi 3.5 tahun, Wenni Adriani dari Fakultas Ekonomi dengan IPK 3.41 lama studi 3.5 tahun, Darma Ariani dari FISIP dengan IPK 3.96 lama studi 3.5 tahun, Marita Rahma Sari dari Fakultas Pertanian dengan IPK 3.88 lama studi 3.5 tahun, Rizky Maulida Erita dari Fakultas Kehutanan dengan IPK 3.62 lama studi 3.5 tahun, Erlini Karunia Budi dari Fakultas Perikanan dengan IPK 3.69 lama studi 3.5 tahun, Eky Septian Rivaldi dari Fakultas Teknik dengan IPK 3.76 lama studi 3.5 tahun, Husda Oktaviannoor dari Fakultas Kedokteran dengan IPK 3.76 lama studi 3.5 tahun, dan Novia Rahmah dari Fakultas MIPA dengan IPK 3.80 lama studi 3.5 tahun .Wisudawan terbaik untuk S0 diraih oleh Ahmad Marsam dengan IPK 3.28 lama studi 3.5 tahun dari D3 Analisis Farmasi dan Makanan.
Dalam sambutannya, rektor mengucapkan selamat kepada wisudawan dan orang tua (wali) atas pencapaiannya yang telah menyelesaikan studi di universitas tertua di Kalimantan ini. Disamping itu pula rektor mengajak alumni agar terus belajar dan mengamalkan ilmunya serta mampu menjadi masyarakat yang intelek dan kritis dalam menghadapi tantangan zaman.Rektor berharap selepas lulus dari Unlam, wisudawan tetap memegang sumpah/ janji sebagai alumni Unlam dan terus bersinergi dengan jaringan alumni Unlam dimanapun berada.
Disela-sela sambutannya, rektor memaparkan intisari sebuah buku yang sangat inspiratif, dengan judul ‘Azim Premji, “Bill Gates” Muslim dari India’ yang ditulis Priyatna (2007). Diceritakannya, Azim Premji adalah orang terkaya nomor dua di India dengan kekayaan sebesar 15 miliar dolar. Dia menempati urutan ke-21 orang terkaya di dunia pada 2007 menurut Forbes. Majalah Business Week memasukkannya kedalam daftar 30 pengusaha terhebat sepanjang masa. Dia disejajarkan dengan Thomas Alva Edison, Henry Ford, Benjamin Franklin, John Rockefeller, dan Bill Gates.
Walaupun kaya raya Azim Premji menjalani hidup dengan sederhana. Mengendarai Toyota Corrola yang sudah tidak baru lagi, dan lebih senang berpergian dengan pesawat komersial daripada dengan pesawat jet pribadi. Mempunyai kebiasaan bangun dini hari. Usai shalat subuh langung bekerja. Menurutnya karakter hanya dapat dibangun melalui pendidikan. Pada tahun 2000 ia mendirikan Azim Premji Foundation dengan tujuan membantu mengubah masyarakat India melalui pendidikan.
Azim Premji antara lain berpendapat tentang pentingnya peran guru dalam pendidikan. Menurut Premji anak-anak adalah benih yang perlu dirawat – di sini sang guru adalah juru kebun yang membantu mengeluarkan potensi yang ada di dalam sang anak. Ini sangat berbeda dengan pandangan sekarang yang meliha tanak sebagai lempung yang bisa dibentuk-bentuk – yaitu guru dan orang tua adalah pembuat tembikar yang memutuskan bentuk apa yang harus dihasilkan dari lempung itu. Pribahasa Cina kuno mengatakan ”Berikanlah benih kepada seorang pembuat tembikar, Anda akan mendapatkan pohon bonsai.”
Sebelum rapat terbuka senat Unlam di tutup, mewakili wisudawan, Dedi Fahreza dari Fakultas Kehutanan Unlam dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada dosen dan semua pihak yang telah berjasa membimbing dan melayani mahasiswa. Dedi Fahreza juga berpesan kepada seluruh wisudawan agar selalu bersemangat dan pantang menyerah untuk menggapai kesuksesan di masa depan.


