Press Release: Bantahan Dugaan Gratifikasi di ULM
Banjarmasin – Mantan Rektor Universitas Lambung Mangkurat ( ULM), Prof Sutarto Hadi, buka suara terkait dengan isu dugaan gratifikasi. Sebelumnya, Kamis (4/5/2023), massa dari LSM Kaki melakukan aksi unjuk rasa di depan Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan (Kejati Kalsel) di Kota Banjarmasin. Salah satu tuntutannya adalah mempertanyakan kelanjutan dugaan korupsi pada penerimaan jalur mandiri Fakultas Kedokteran Umum dan Gigi yang dilaporkan pada September 2022 ke Kejati Kalsel.
Kemudian, saat Senin (8/5), Prof Sutarto tidak menampik bahwa sempat dilakukan pemeriksaan oleh Inspektorat Jenderal (Irjen) Dikti terkait hal ini. “Sudah ada pemeriksaan dari Inspektorat. Semua panitia diperiksa dan saya sendiri diwawancara oleh tim Irjen saat itu. Tapi tidak ditemukan adanya tindak pidana korupsi gratifikasi,” katanya. Guru Besar FKIP ULM ini menambahkan bahwa dari Kejati Kalsel pun juga sempat membentuk tim untuk mendalami dugaan ini.
“Dari Kejati Kalsel juga membentuk tim, tapi tidak ditemukan indikasi tersebut. Jadi sebenarnya tidak ada masalah,” katanya. Karena itu, Prof Sutarto berharap isu tidak benar ini pun tidak semakin melebar. Terlebih saat ini sedang ada proses penilaian akreditasi. “Kami merasa tidak nyaman juga dengan adanya pemberitaan-pemberitaan seperti itu. Padahal saat ini sedang berlangsung penerimaan mahasiswa dan tak kalah penting saat ini ada proses akreditasi. Kami tidak ingin persepsi orang mengenai ULM menjadi negatif. Dan upaya membangun ULM sudah lama dilakukan, dan banyak SDM yang dihasilkan. Dan tentu ULM akan tetap menjaga integritasnya,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua LSM Kaki Kalsel, Husaini, membenarkan, bahwa dugaan korupsi terkait penerimaan jalur mandiri tersebut tidak benar. “Kemarin ada laporan dari masyarakat dan juga telah diperiksa oleh instansi yang berwenang dan ternyata berdasarkan hasil pemeriksan memang tidak ada,” katanya. Masih terkait hal ini, Husaini pun juga menyampaikan permohonan maaf karena isu dugaan korupsi tersebut tidak terbukti. “Kami mencintai ULM, apalagi sudah berjasa mencetak banyak generasi. Saya atas nama organisasi dam pribadi menyampaikan permohonan maaf, dan semoga tidak menimbulkan persepsi negatif di masyarakat,” pungkasnya.

