BNPB dan ULM Fokus Pulihkan Wilayah Terdampak Bencana di Kalsel
Banjarmasin, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Universitas Lambung Mangkurat (ULM) melaksanakan penandatanganan nota kesepahaman dalam rangka pemulihan sosial ekonomi masyarakat di wilayah terdampak bencana di Kalimantan Selatan (Kalsel). Penandatanganan antara Rektor ULM Prof. Dr. H. Sutarto Hadi, M.Si., M.Sc dan Direktur Pemulihan dan Peningkatan Sosial, Ekonomi dan Sumber Daya Alam BNPB Andi Eviana dilaksanakan di ruang Rapat Senat lt. 3 Rektorat ULM, Rabu (09/03/2022). Penandatanganan nota kesepahaman ini turut disaksikan Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerjasama dan Humas Prof. Ir. H. Yudi Firmanul Arifin, M.Sc., Ketua LPPM ULM Prof. Dr. Ir. Danang Biyatmoko, M.Si., Wakil Direktur Bidang Akademik Dan Kemahasiswaan Pascasarjana Agung Nugroho, S.TP, M.Sc, Ph.D, Kepala Pelaksana BPBD Kalsel Mujiyat dan sejumlah Kepala Pelaksana BPBD kabupaten terkait penerima program.
Dalam sambutannya Rektor mengatakan bahwa ULM merupakan kampus peduli bencana. Sebab menurutnya setiap kali ada bencana di Kalsel, ULM selalu siap bergerak baik mahasiswa maupun para dosennya. “ULM adalah kampus yang peduli bencana, karena setiap kali ada bencana di Kalsel, kami selalu siap bergerak,” katanya. Rektor berharap kerjasama tersebut dapat berjalan dengan baik, terutama dalam hal penanggulangan bencana maupun berkaitan dengan pemulihan dan peningkatan sosial ekonomi SDA. “Kerjasama yang baik juga sudah kami lakukan sebelumnya meskipun belum ada kerjasama secara tertulis sebelumnya dengan Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD),” ucap Rektor.
Dalam kesempatan yang sama Direktur Pemulihan dan Peningkatan Sosial, Ekonomi dan Sumber Daya Alam BNPB Andi Eviana menjelaskan bahwa BNPB menggelontorkan dana reguler Rp4 miliar untuk delapan provinsi terdampak bencana di tahun 2021. Khusus untuk Kalsel, dikucurkan sekitar Rp1,1 miliar bagi tiga daerah yaitu Kabupaten Banjar, Kabupaten Tanah Laut dan Kabupaten Balangan dimana selain perbaikan sosial ekonomi, ada juga kegiatan perbaikan perumahan dalam bentuk dana stimulan. Lebih lanjut beliau menjelaskan bahwa pihak ULM sebagai pelaksana di lapangan akan memberikan pendampingan pada setiap program kegiatan yang dijalankan berdasarkan hasil riset, analisa dan kajian. “Jadi kami ingin program ini benar-benar tepat sasaran dan tepat guna sehingga masyarakat dapat merasakan betul manfaatnya,” kata Eviana.
Sementara Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerjasama dan Humas ULM Prof Yudi Firmanul Arifin memastikan ULM memiliki banyak pakar terkait kebencanaan termasuk akademisi bidang sosial ekonomi yang dibutuhkan dalam program kerja sama dengan BNPB. “Program ini berjalan lima sampai enam bulan ke depan, jadi harapannya kita lakukan riset terapan agar bisa langsung membantu dan dirasakan oleh masyarakat secepatnya,” jelas Prof. Yudi.

