TANGKAL PENYEBARAN RADIKALISME DIKALANGAN MAHASISWA
Mahasiswa sebagai agen perubahan serta sebagai  garda terdepan dalam memelihara NKRI harus senantiasa meningkatkan ketahanan diri dari pelaku terorisme. Terkait hal itu, Badan Nasional Penanggulanag Terorisme (BNPT) bersama Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Kalsel mengajak mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat serta di perguruan tinggi lain yang ada di KalSel khususnya lembaga dakwah kampus dan birokrasi kampus untuk mencegah paham radikalisme dan terorisme, Rabu (09/08/2017) di aula Rektorat lt.1 ULM. Dalam dialog ini dihadiri oleh Gubernur Kalimantan Selatan yang diwakili oleh Sekretaris Badan Kesbangpol Kalsel, Denny Parmimgotan Sinaga, ST., MT, BNPT yang diwakili Ketua FKPT KalSel, Ir. Hermansyah Manaf, M.Sc, Rektor ULM Prof. Dr. H. Sutarto Hadi, M.Si., M.Sc, beserta Wakil Rektor II dan III, Rektor UIN Antasari Prof. Dr. H. Akh. Fauzi Aseri, MA, Ketua PWI KalSel, Ketua Ombudsman Kalsel Kepala Stasiun TVRI KalSel, Kepala RRI KalSel, serta mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kalimantan Selatan. Kegiatan ini didasari dari hasil penelitian yang diakukan kepada beberapa perguruan tinggi besar di Indonesia yang menyatakan bahwa dunia kampus menjadi tempat yang potensial untuk berkembangnya paham radikal. Terorisme merupakan paham yang muncul akibat kondisi sosial, ekonomi, dan politik dunia saat ini. Peran mahasiswa di kampus sebagai agent of change dapat memberikan kontribusi di dalam pencegahan paham radikal yang akan mempengaruhi pola pikir mahasiswa sehingga dapat mencegah menjalarnya paham radikal tersebut. Dengan melibatkan mahasiswa sebagai agen perubahan mampu menjadi salah satu solusi melakukan tindakan preventif dalam menghadapi perkembangan radikalisme dan terorisme di perguruan tinggi.
Prof. Dr. H. Sutarto Hadi, M.Si., M.Sc menyampaikan negara Indonesia merupakan negara yang diberikan mukjizat luar biasa karena mempunyai berbagai macam agama, ras, suku, budaya dan bahasa tetapi bisa menyatu dalam wadah NKRI. Rektor juga menyampaikan bahwa NKRI itu sudah final, dan kita harus mengakui bahwa Pancasila adalah ideologi negara kita. Sebagai warga negara yang baik kita harus tetap menjaga keutuhan negara ini, bukan hanya mahasiswa, tetapi seluruh elemen masyarakat juga harus berkontribusi. Selanjutnya salah satu narasumber yang dulunya terlibat didalam jaringan teroris  yaitu Mukhtar Khairi alias Umar alias Herman alias Abu Hafsoh alias Umar Mukhtar yang menceritakan cara perekrutan pada saat dirinya dulu ikut terlibat dalam jaringan teroris. Sekelompok orang yang mempunyai pengalaman perang di Afghanistan masuk ke Indonesia dan mencoba merekrut anggota baru dengan memasukan paham paham yang tidak sesuai dengan kaidahnya serta pemberian materi seperti pelatihan peledakan, persenjataan, dan sebagainya. Mereka menargetkan kalangan anak muda yang sangat bersemangat untuk mengetahui hal baru akan tetapi mudah dipengaruhi dan
menjad fasilitator bagi yang sudah terpengaruh oleh pola pikir yang baru. Perguruan Tinggi beserta seluruh sivitas akademika dan aktifitas organisasi kampus diharapkan bisa menjadi benteng pertahanan untuk mencegah paham radikal dan terorisme yang semakin masif untuk menjaga keutuhan negara Indonesia. Kegiatan ini juga diisi dengan penandatangan nota kesepahaman kerjasama antara FKPT dengan Universitas Lambung Mangkurat dan UIN Antasari. (Humas ULM)

