KAMPANYE PELESTARIAN LINGKUNGAN TIM FAKULTAS KEDOKTERAN ULM
Kamis ( 11/07) tim Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat  yang terdiri dari Wadek III FK ULM dr. H. Iwan Aflanie, M. Kes, Sp. F, SH, anggota BEM FK ULM, serta Tim Bantuan Medis Calamus scriptorius (TBM-Cs) FK ULM memulai kampanye Pelestarian Lingkungan di sepanjang jalur Pendakian Merah Putih Pegunungan Meratus.  Dalam melaksanakan kegiatan tersebut Tim FK ULM didampingi oleh  perwakilan Komunitas sepeda 42+ Banjarmasin, BCex Barabai, OBC Banjarbaru dan Kogopia Amuntai.
Perjalanan mendaki Puncak Gunung Besar Halau-Halau (ketinggian 1901 MDPL) dimulai dari Desa Batu Kambar. Setibanya di desa, tim beristirahat di sekretariat desa sebelum memulai pendakian besok hari. Keesokan harinya pada 12 Agusutus 2016, dimulai dengan doa bersama, berbekal niat dan tekad yang kuat tim memulai pendakian dengan penuh semangat. Disepanjang perjalanan tim menempelkan banner ditempat-tempat yang mudah terlihat dan sering dilalui oleh pendaki lain, contohnya pada pos-pos peristirahatkan seperti  Puncak Tiranggang dan pos Sungai Karuh. Selain itu Tim juga berkomunikasi secara aktif dengan penduduk dan pendaki yang ditemui sepanjang perjalanan.
Winda dari TBM-Cs FK ULM  mengatakan bahwa pendakian ini tidak semudah yang dibayangkan, ada saja  rintangan yang dihadapi. Seperti track vertical, cuaca yang berubah dalam waktu singkat, bahkan dalam beberapa track tim ditemani oleh guyuran hujan yang lumayan deras hingga jalanan menjadi licin, namun tim tetap menikmati setiap perjalanan yang dilalui dengan canda tawa.  Karena menurutnya yang terpenting adalah proses perjalanan menuju puncaknya dan disitulah didapat arti kebersamaan yang sesungguhnya.
Menurut dr. H. Iwan Aflanie, M. Kes, Sp. F, SH pendakian kali ini sangat seru dan kompak, karena terdiri antar generasi dan profesi. Â Kami semua saling bahu membahu untuk mengatasi rintangan dan mencapai tujuan, membawa beban berat penuh muatan sampai ke Puncak dan membawa sisa sampah kaleng ke bawah merupakan tantangan tersendiri, karena kami tidak ingin hutan tercemar oleh berbagai sampah yang ditingglkan begitu saja oleh pemiliknya. (Humas ULM/Iwan FK)

