• Penghargaan
  • Akreditasi ULM
  • Blog Dosen ULM
  • INFO PMB ULM
    • SNMPTN 2020
    • UTBK-SBMPTN 2020
    • Seleksi Mandiri 2020
    • Beasiswa KIP-Kuliah
  • Brosur/Leaflet ULM
  • Indonesia
ULMULM
  • Home
  • Profile
    • Vision, Mission, Goals, Targets & Achievement Strategies
    • Organizational structure
    • Management
      • Executive Board
      • Senate Board
      • Leaders of Faculties, Institutions and UPT
    • History
    • Meaning of the ULM Coat of Arms
    • Motto, Flag, Hymn & Mars
    • Duties, Functions and Complete Addresses of Faculties, Postgraduates, Institutions and UPT
  • Bureau
    • Academic and Student Affairs
    • General and Finance
    • Planning, Collaboration and Public Relations
  • Faculty
    • Teacher Training & Education
    • Economy & Business
    • Law
    • Social science and political science
    • Mathematics and natural science
    • Fishery & Marine
    • Forestry
    • Agriculture
    • Engineering
    • Medical
    • Dentistry
    • Postgraduate
  • SAKIP
    • Performance Planning
      • Strategic Plan
      • Development Master Plan
      • Annual Performance Plan
      • Performance Agreement Document
      • Action plan
    • Performance Measurement
      • Annual Performance Achievements
    • Performance Reporting
      • Accountability Report
    • Performance evaluation
      • SAKIP evaluation
  • Satisfaction Survey
    • Unduh Survei

Info Dikti

  • Home
  • Blog
  • Info Dikti
  • Penguatan Kerjasama Indonesia-IAEA Dalam Pengembangan dan Pemanfaatan Teknologi Nuklir Untuk Damai

Penguatan Kerjasama Indonesia-IAEA Dalam Pengembangan dan Pemanfaatan Teknologi Nuklir Untuk Damai

  • Posted by Humas ULM
  • Categories Info Dikti
  • Date 7 February 2018

IMG_4267-kcl-1200x800

JAKARTA – Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) menerima kunjungan Direktur Jenderal the International Atom Energy Agency (Dirjen IAEA) ke Indonesia, pada 5-7 Februari 2018. Ini merupakan kali ketiga kunjungan Dirjen IAEA ke Indonesia, sebelumnya pada tahun 2011 dan 2015. Salah satu agenda penting dalam kunjungan Dirjen IAEA adalah penandatanganan Practical Arrangement antara Kemenristekdikti dengan IAEA oleh Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir dengan Dirjen IAEA Yukiya Amano. Tujuan dari penandatanganan ini adalah untuk memperkuat komitmen kerjasama antara Indonesia dengan IAEA dalam pengembangan dan pemanfaatan teknologi nuklir untuk damai.

Acara penandatanganan ini juga dihadiri oleh Duta Besar Indonesia Untuk Austria yang juga Ketua Board of Governor (BOG) Darmansjah Djumala, Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional Indonesia (BATAN) Djarot Sulistio Wisnubroto, Kepala Badan Pengawas Energi Nuklir Indonesia (BAPETEN) Jazi Eko Istiyanto, Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Intan Ahmad, Staf Ahli Bidang Relevansi dan Produkvitias Agus Puji Prasetyono, dan Staf Ahli Bidang Akademik Paulina Pannen serta Eselon II di lingkungan Kemenristekdikti.

Dalam acara penandatanganan Practical Arrangement, Senin (5/2), di Gedung D Kemenristekdikti Senayan, Menteri Nasir mengatakan bahwa penandatangan ini memang dipandang perlu untuk mendorong kerjasama teknis antara negara-negara berkembang dan penguatan South-South cooperation (kerjasama antar negara-negara di bagian selatan).

“Dengan adanya penandatanganan ini, Indonesia dapat lebih mendukung IAEA untuk berbagi dan memberikan kapasitas ke negara lain. Ini juga akan memiliki dampak yang berlipat, sesuai dengan mandat utama IAEA untuk mengupayakan dan memperluas kontribusi energi nuklir untuk perdamaian, kesehatan dan kesejahteraan di seluruh dunia,” tutur Nasir.

Nasir menambahkan IAEA memiliki peran sentral yang penting dalam mendorong penggunaan energi nuklir untuk perdamaian, termasuk diantara negara-negara berkembang. Indonesia sendiri telah bekerjasama dengan IAEA selama 61 tahun. Tercatat sebanyak 9 dari 17 tujuan pembangunan berkelanjutan/Sustainable Development Goals (SDGs) berkaitan langsung dengan lingkup kompetensi IAEA.

Untuk mencapai swasembada pangan dan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), Indonesia, dengan dukungan IAEA, telah mengembangkan dua proyek penting. Proyek pertama berkaitan dengan mengintensifkan kualitas produksi kedelai untuk meningkatkan produktivitas dan profitabilitas usaha tani kedelai. Proyek kedua melibatkan penggunaan teknik nuklir, seperti uji radio immuno dan isotop stabil untuk meningkatkan produksi ternak dan memperbaiki pengelolaan pakan berbasis lokal. Sasarannya adalah komunitas petani kecil di 74 SPR (Sekolah Petani Kecil) di seluruh Indonesia. SPRs adalah proyek yang dikembangkan oleh Institut Pertanian Bogor (IPB) pada tahun 2013.

Indonesia sangat mementingkan keamanan perbatasan kita dari perdagangan gelap bahan nuklir dan sumber radioaktif lainnya. Beberapa tahun yang lalu, Indonesia mendapat bantuan dari IAEA dalam memasang empat monitor portal radiasi di pelabuhan utama. BAPETEN, bekerja sama dengan BATAN dan sektor swasta, berencana untuk memproduksi monitor portal radiasi untuk memenuhi kebutuhan nasional.

Disebutkan Nasir beberapa pengembangan energi nuklir lainnya yaitu Indonesia telah mengembangkan kapasitas dalam produksi radioisotop dan produk radiofarmasi, dan pembuatan peralatan kesehatan. BATAN telah membangun laboratorium radioisotop dan radiofarmaka baru.

BAPETEN telah mendirikan I-CoNSEP atau Pusat Keamanan Nuklir dan Kesiapsiagaan Darurat Indonesia. I-CoNSEP adalah pusat keunggulan yang mengembangkan dan mempertahankan kemampuan nasional dalam keamanan nuklir dan kesiapsiagaan darurat melalui pengembangan sumber daya manusia dan penyediaan dukungan teknis. Diperkirakan bahwa pusat keunggulan akan memenuhi permintaan keterampilan dan kemampuan yang tinggi di semua tingkat pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, badan pengatur, badan penegak hukum dan operator.

“Kami menghargai dukungan terus-menerus IAEA terhadap upaya Indonesia dalam pengembangan program energi nuklirnya baik untuk BATAN dan BAPETEN,” pungkas Nasir.

Read more at https://ristekdikti.go.id/penguatan-kerjasama-indonesia-iaea-dalam-pengembangan-dan-pemanfaatan-teknologi-nuklir-untuk-damai-2/#lyVtQcP8bL3KKdxV.99

  • Share:
Humas ULM

Previous post

Menristekdikti: Bangun Budaya Mutu untuk Menghadapi Revolusi Industri 4.0
7 February 2018

Next post

Pengumuman Program Beasiswa Latvia
7 February 2018

You may also like

Screenshot (35)
Kuatkan Peran Satgas PPKS, Dharma Wanita Persatuan Ditjen Diktiristek Gagas Program Sahabat Kampus
17 March, 2023
Screenshot (33)
Gotong Royong Perguruan Tinggi Indonesia Menuju Universitas Berkelas Dunia
15 February, 2023
Screenshot (18)
Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru Tahun 2023 Resmi Dibuka
11 January, 2023

Pengumuman Terbaru

ULM Office Inventory Auction Due to Fire
08Jan2026
Open Recruitment – Public Relations Volunteers
02Jan2026
Postponement of Administrative Selection and Interview Results
23Dec2025
Recruitment of Academic and Educational Personnel
11Dec2025

Lembaga & UPT

  • Career Development and Entrepreneurship Support Unit
  • Guidance and Counseling Support Unit
  • Information and Communication Technology Support Unit
  • Institute for Quality Assurance and Learning Enhancement
  • Institute for Research and Community Service
  • Integrated Laboratory Support Unit
  • Language Support Unit
  • Lembaga Penjamin Mutu
  • Library Support Unit
  • Wetland Environment Support Unit

Tautan

  • Career Development Center
  • Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus
  • LPSE
  • Pusat Pelayanan Asesmen Kompetensi
  • Pusat Penelitian Lingkungan Hidup
  • Pusat Pengelolaan Jurnal & Penerbitan
  • Pusat Pengembangan Infrastruktur Informasi Geospasial
  • Pusinotekom Hutan dan Lahan Basah
  • Technology Business Incubator (IBT)
  • Tim Pakar Percepatan Penanganan Covid-19 ULM
  • Unit Konsultasi dan Pelayanan Psikologi

Kontak Kami

Jl. Brigjen H. Hasan Basri, Kayu Tangi, Banjarmasin, Indonesia, Kotak Pos 219

Pusat Informasi dan Pelayanan Terpadu:

(0511) 3306671, 3306603, 3304177, 3306694

[email protected]

Copyright ©2019 Universitas Lambung Mangkurat

  • IKA
  • Peta Kampus