{"id":39351,"date":"2026-08-19T10:54:09","date_gmt":"2026-08-19T02:54:09","guid":{"rendered":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/?p=39351"},"modified":"2026-08-19T10:54:09","modified_gmt":"2026-08-19T02:54:09","slug":"direktur-ibec-kunjungi-ulm-bahas-peluang-studi-dan-kolaborasi-akademik-dengan-universitas-di-inggris","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/2026\/08\/19\/direktur-ibec-kunjungi-ulm-bahas-peluang-studi-dan-kolaborasi-akademik-dengan-universitas-di-inggris\/","title":{"rendered":"Direktur IBEC Kunjungi ULM, Bahas Peluang Studi dan Kolaborasi Akademik dengan Universitas di Inggris"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Banjarmasin\u00a0\u2013 Universitas Lambung Mangkurat (ULM) menerima kunjungan Direktur Indonesian British Education Centre (IBEC), Satyadhi Hendra\u00a0pada Selasa (18\/8\/2026). Kegiatan ini membahas peluang pengembangan kerja sama akademik serta akses pendidikan tinggi di Inggris. Kunjungan tersebut disambut oleh Wakil Rektor IV ULM, Dr. Ir. Yusuf Azis, M.Sc\u00a0di Ruang Wasaka 3, Gedung Rektorat ULM.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pertemuan ini menjadi momentum untuk memperkenalkan berbagai peluang studi di perguruan tinggi Inggris sekaligus membuka ruang penjajakan kolaborasi antara ULM dengan sejumlah universitas di Inggris.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Satyadhi Hendra IBEC yang merupakan perwakilan resmi universitas di Inggris yang dibentuk pada 1998 oleh British Council ini memiliki peran menjembatani kerja sama antara institusi pendidikan di Indonesia dan Inggris, sekaligus memberikan pendampingan bagi calon mahasiswa yang ingin melanjutkan pendidikan ke Inggris.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">IBEC juga menawarkan berbagai bentuk dukungan tanpa biaya bagi calon mahasiswa, mulai dari konsultasi dan proses pendaftaran, penempatan universitas atau perguruan tinggi, pengaturan akomodasi, pembekalan sebelum keberangkatan, penerjemahan dokumen oleh penerjemah tersumpah, hingga pengurusan visa.\u00a0Selain peluang studi, pertemuan turut membahas potensi kolaborasi akademik yang dapat dikembangkan antara ULM dan perguruan tinggi di Inggris.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pengalaman sejumlah perguruan tinggi di Indonesia juga menjadi gambaran peluang kerja sama yang dapat dikembangkan. IBEC memaparkan beberapa bentuk kolaborasi yang telah dilakukan universitas di Indonesia dengan perguruan tinggi di Inggris, antara lain program joint degree, study abroad, joint degree tingkat magister dan sarjana, serta joint research.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dari sisi jenjang pendidikan, perguruan tinggi di Inggris menawarkan program sarjana yang umumnya berdurasi tiga tahun, program magister selama satu tahun, serta program doktoral selama tiga tahun dengan batas maksimal lima tahun.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada kesempatan ini, Setyadhi menjelaskan berbagai persayaratan dan dokumen yang harus dilengkapi ketika ingin mengajukan pendaftaran ke Universitas di Inggris diantaranya seperti ijazah, surat rekomendasi,\u00a0personal statement, surat sponsor apabila tersedia, serta proposal penelitian bagi pelamar program doktoral, serta nilai \u00a0IELTS\u00a0di kisaran\u00a06,0\u20136,5\u00a0sebagai sayarat kemampuan bahasa Inggris.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kunjungan Direktur IBEC ini diharapkan dapat memberikan informasi dan membuka peluang yang lebih luas bagi sivitas akademika ULM untuk melanjutkan pendidikan, membangun jejaring internasional, serta mengembangkan kolaborasi riset dan akademik dengan perguruan tinggi di Inggris.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<p style=\"text-align: justify;\">\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Banjarmasin\u00a0\u2013 Universitas Lambung Mangkurat (ULM) menerima kunjungan Direktur Indonesian British Education Centre (IBEC), Satyadhi Hendra\u00a0pada Selasa (18\/8\/2026). Kegiatan ini membahas peluang pengembangan kerja sama akademik serta akses pendidikan tinggi di Inggris. Kunjungan tersebut disambut oleh Wakil Rektor IV ULM, Dr. &hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":39352,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_bbp_topic_count":0,"_bbp_reply_count":0,"_bbp_total_topic_count":0,"_bbp_total_reply_count":0,"_bbp_voice_count":0,"_bbp_anonymous_reply_count":0,"_bbp_topic_count_hidden":0,"_bbp_reply_count_hidden":0,"_bbp_total_topic_count_hidden":0,"_bbp_total_reply_count_hidden":0,"_bbp_forum_subforum_count":0,"pmpro_default_level":0},"categories":[66],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39351"}],"collection":[{"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=39351"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39351\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":39353,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39351\/revisions\/39353"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/39352"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=39351"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=39351"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=39351"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}