{"id":39322,"date":"2026-08-02T16:38:13","date_gmt":"2026-08-02T08:38:13","guid":{"rendered":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/?p=39322"},"modified":"2026-08-13T16:40:52","modified_gmt":"2026-08-13T08:40:52","slug":"arisan-pilah-sampah-cara-unik-mahasiswa-kkn-ulm-ajak-warga-gunung-antasari-kelola-limbah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/2026\/08\/02\/arisan-pilah-sampah-cara-unik-mahasiswa-kkn-ulm-ajak-warga-gunung-antasari-kelola-limbah\/","title":{"rendered":"Arisan Pilah Sampah, Cara Unik Mahasiswa KKN ULM Ajak Warga Gunung Antasari Kelola Limbah"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Tanah Bumbu \u2013 Ada yang berbeda dari arisan di Desa Gunung Antasari, Kecamatan Simpang Empat. Jika biasanya peserta mengumpulkan uang, kali ini ibu-ibu justru mengumpulkan sampah dari rumah masing-masing. Program Arisan Pilah Sampah ini merupakan ide mahasiswa KKN Tematik Lingkungan Hidup Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Kelompok 19 Aksara sebagai tindak lanjut edukasi pemilahan sampah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kegiatan berlangsung selama delapan hari, 25 Juli hingga 1 Agustus 2026, diikuti 33 warga dari RT 01, RT 07, dan RT 10. Sebanyak 32 perempuan dan satu laki-laki ikut serta. Norhikmah, mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Program Studi Akuakultur, menjelaskan bahwa program ini lahir setelah mahasiswa melakukan edukasi mengenai pentingnya memilah sampah sejak dari sumbernya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam edukasi, warga dikenalkan pada empat jenis sampah: organik, anorganik, B3, dan residu. Mahasiswa menjelaskan bahwa sampah organik dapat diolah menjadi kompos atau eco enzyme, sementara sampah anorganik bisa dijadikan ecobrick atau dijual. Sampah B3 seperti baterai dijelaskan berbahaya jika dibuang sembarangan, sedangkan residu seperti puntung rokok tidak dapat didaur ulang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Meski warga sudah terbiasa membuang sampah ke tempatnya, kebiasaan memilah belum dilakukan. Kondisi ini mendorong mahasiswa membuat program Arisan Pilah Sampah sebagai pemicu agar kebiasaan memilah dimulai dari rumah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Program dilaksanakan secara daring melalui grup WhatsApp. Peserta memilah sampah organik dan anorganik, kemudian memotret, menimbang, dan mengirimkan dokumentasi sesuai format yang ditentukan. Pengiriman dilakukan antara pukul 06.00 hingga 18.00 WITA, maksimal dua kali dalam sehari.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penilaian pemenang didasarkan pada empat indikator: kesesuaian format, keaktifan peserta, berat sampah yang dikumpulkan, dan ketepatan waktu pengiriman.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Seluruh 33 peserta aktif mengirimkan dokumentasi selama program berlangsung. Setelah data direkap, ditetapkan tiga pemenang:<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\" role=\"list\">\n<li>Juara I: Ibu Emi (RT 01) dengan total 70,5 kg sampah (43,2 kg anorganik dan 27,3 kg organik).<\/li>\n<li>Juara II: Ibu Nurdiana (RT 07) dengan total 31,5 kg.<\/li>\n<li>Juara III: Ibu Zainab\/Mama Acha (RT 07) dengan total 14,8 kg.<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bagi mahasiswa KKN, Arisan Pilah Sampah bukan sekadar lomba, melainkan cara memulai kebiasaan baru. Selama delapan hari, sampah yang biasanya langsung dibuang justru dipilah, ditimbang, dan didokumentasikan. Dari kebiasaan sederhana ini, mahasiswa berharap muncul perubahan cara masyarakat memperlakukan sampah sejak dari sumbernya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Program ini digerakkan oleh 16 mahasiswa lintas fakultas, yakni Ahmad Fadhil Azhim, Parni Pratama (FPIK, Sosial Ekonomi Perikanan), Norhikmah (FPIK, Akuakultur), Riyyan Wahyu Nispada (FPIK, Teknologi Hasil Perikanan), Alya Norhaida, Elki Septrila Wijaya, Talina Pranoto (FPIK, Manajemen Sumberdaya Perairan), Hasna Ridha Luthfiyani, Putri Nayla Alifah Kurniawan (FPIK, Ilmu Kelautan), Maulana Malik Ibrahim (FPIK, Perikanan Tangkap), Aulia Khairunisa, Muhammad Madhan (Fakultas Kehutanan), Almas Diya Nathifa (Fakultas Teknik, Teknik Lingkungan), Indah Budi Astuti (FMIPA, Farmasi), Muhammad Nashir (FMIPA, Matematika), serta Paquita Sandy Avenani Tarigan (FMIPA, Biologi).<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/UNIK-3.jpeg\"><img fetchpriority=\"high\" class=\"aligncenter size-full wp-image-39323\" src=\"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/UNIK-3.jpeg\" alt=\"\" width=\"700\" height=\"466\" srcset=\"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/UNIK-3.jpeg 700w, https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/UNIK-3-300x200.jpeg 300w\" sizes=\"(max-width: 700px) 100vw, 700px\" \/><\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tanah Bumbu \u2013 Ada yang berbeda dari arisan di Desa Gunung Antasari, Kecamatan Simpang Empat. Jika biasanya peserta mengumpulkan uang, kali ini ibu-ibu justru mengumpulkan sampah dari rumah masing-masing. Program Arisan Pilah Sampah ini merupakan ide mahasiswa KKN Tematik Lingkungan &hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":39325,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_bbp_topic_count":0,"_bbp_reply_count":0,"_bbp_total_topic_count":0,"_bbp_total_reply_count":0,"_bbp_voice_count":0,"_bbp_anonymous_reply_count":0,"_bbp_topic_count_hidden":0,"_bbp_reply_count_hidden":0,"_bbp_total_topic_count_hidden":0,"_bbp_total_reply_count_hidden":0,"_bbp_forum_subforum_count":0,"pmpro_default_level":0},"categories":[23],"tags":[401,403],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39322"}],"collection":[{"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=39322"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39322\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":39326,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39322\/revisions\/39326"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/39325"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=39322"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=39322"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=39322"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}