{"id":39244,"date":"2026-08-13T14:17:38","date_gmt":"2026-08-13T06:17:38","guid":{"rendered":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/?p=39244"},"modified":"2026-08-13T14:18:38","modified_gmt":"2026-08-13T06:18:38","slug":"kades-apresiasi-program-kkn-ulm-yang-selaras-dengan-keadaan-desa-wonorejo","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/2026\/08\/13\/kades-apresiasi-program-kkn-ulm-yang-selaras-dengan-keadaan-desa-wonorejo\/","title":{"rendered":"Kades Apresiasi Program KKN ULM Yang Selaras dengan Keadaan Desa Wonorejo"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Tanah Bumbu, Kepala Desa Wonorejo, Kecamatan Kusan Hulu, Sadi, menilai kehadiran mahasiswa KKN Tematik Lingkungan Hidup Universitas Lambung Mangkurat (ULM) membawa dampak nyata dalam mengubah cara masyarakat memaknai sampah. Menurutnya, program yang dijalankan mahasiswa tidak sekadar mengenalkan metode pengelolaan sampah, tetapi juga berhasil menumbuhkan kesadaran baru bahwa sampah dapat diolah menjadi sumber daya yang bermanfaat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cProgram anak-anak KKN ini sangat sinkron dengan kegiatan di desa kami. Wonorejo sudah memiliki TPS 3R, sehingga inovasi yang mereka bawa menjadi pelengkap bagi sistem yang ada. Alhamdulillah hasilnya bagus, bahkan budidaya maggot yang mereka kembangkan sudah menunjukkan perkembangan positif,\u201d ujar Sadi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia menambahkan, tantangan terbesar dalam pengelolaan sampah bukan pada teknologi, melainkan kebiasaan masyarakat. Namun, selama mahasiswa melaksanakan KKN, perubahan mulai terlihat. Dua RT di Wonorejo kini menjadi percontohan dalam pemilahan sampah organik dan anorganik, sehingga volume sampah organik yang masuk ke TPS 3R berkurang hingga 20 persen. \u201cDengan datangnya mereka, masyarakat mulai terbiasa memilah sampah. Setelah mahasiswa pulang, tinggal kami melanjutkan program ini ke RT lain,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sadi juga menekankan bahwa antusiasme masyarakat terhadap kegiatan mahasiswa sangat tinggi. Warga bahkan meminta mahasiswa hadir dalam kegiatan yasinan di RT-RT berikutnya. Selain itu, kehadiran mahasiswa turut memotivasi generasi muda desa untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. \u201cMahasiswa bukan hanya mengajarkan pengelolaan sampah, tetapi juga memberi inspirasi bagi anak-anak SMP dan SMA untuk kuliah,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pemerintah Desa Wonorejo memberikan dukungan penuh selama pelaksanaan KKN, mulai dari penyediaan posko hingga kebutuhan pangan sehari-hari. Bagi Sadi, dukungan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap mahasiswa yang sedang mengabdi kepada masyarakat. \u201cBagaimanapun juga mereka adalah anak-anak kita. Kehadiran saya di setiap kegiatan hanya untuk memberikan semangat dan motivasi,\u201d tutupnya.<\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\"><a href=\"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Kades-Apresiasi-Program-KKN-ULM-Yang-Selaras-dengan-Keadaan-Desa-Wonorejo-2.jpeg\"><img fetchpriority=\"high\" class=\"aligncenter size-full wp-image-39246\" src=\"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Kades-Apresiasi-Program-KKN-ULM-Yang-Selaras-dengan-Keadaan-Desa-Wonorejo-2.jpeg\" alt=\"\" width=\"700\" height=\"466\" srcset=\"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Kades-Apresiasi-Program-KKN-ULM-Yang-Selaras-dengan-Keadaan-Desa-Wonorejo-2.jpeg 700w, https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Kades-Apresiasi-Program-KKN-ULM-Yang-Selaras-dengan-Keadaan-Desa-Wonorejo-2-300x200.jpeg 300w\" sizes=\"(max-width: 700px) 100vw, 700px\" \/><\/a><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tanah Bumbu, Kepala Desa Wonorejo, Kecamatan Kusan Hulu, Sadi, menilai kehadiran mahasiswa KKN Tematik Lingkungan Hidup Universitas Lambung Mangkurat (ULM) membawa dampak nyata dalam mengubah cara masyarakat memaknai sampah. Menurutnya, program yang dijalankan mahasiswa tidak sekadar mengenalkan metode pengelolaan sampah, &hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":39245,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_bbp_topic_count":0,"_bbp_reply_count":0,"_bbp_total_topic_count":0,"_bbp_total_reply_count":0,"_bbp_voice_count":0,"_bbp_anonymous_reply_count":0,"_bbp_topic_count_hidden":0,"_bbp_reply_count_hidden":0,"_bbp_total_topic_count_hidden":0,"_bbp_total_reply_count_hidden":0,"_bbp_forum_subforum_count":0,"pmpro_default_level":0},"categories":[23,399],"tags":[401,403],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39244"}],"collection":[{"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=39244"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39244\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":39247,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39244\/revisions\/39247"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/39245"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=39244"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=39244"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=39244"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}