{"id":39172,"date":"2026-08-02T11:51:38","date_gmt":"2026-08-02T03:51:38","guid":{"rendered":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/?p=39172"},"modified":"2026-08-12T11:57:52","modified_gmt":"2026-08-12T03:57:52","slug":"budikdamber-dorong-pemanfaatan-pekarangan-rumah-untuk-ketahanan-pangan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/2026\/08\/02\/budikdamber-dorong-pemanfaatan-pekarangan-rumah-untuk-ketahanan-pangan\/","title":{"rendered":"Budikdamber Dorong Pemanfaatan Pekarangan Rumah untuk Ketahanan Pangan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Tanah Bumbu, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik Lingkungan Hidup (KKNT-LH) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Kelompok 16 melaksanakan sosialisasi dan demonstrasi Budidaya Ikan dalam Ember (Budikdamber) di Desa Sumber Makmur, Kecamatan Satui, Kabupaten Tanah Bumbu. Program ini bertujuan memperkenalkan sistem budidaya terpadu yang dapat diterapkan masyarakat sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan keluarga melalui pemanfaatan lahan pekarangan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kegiatan yang dilaksanakan di bawah bimbingan Dosen Pendamping Lapangan (DPL) Haura Ainun Sulaeman berlangsung secara bertahap di tiga dusun, yakni Dusun 2 pada 21 Juli 2026, Dusun 3 pada 28 Juli 2026, dan Dusun 1 pada 30 Agustus 2026.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa memberikan sosialisasi sekaligus demonstrasi mengenai teknik Budikdamber, yaitu metode budidaya ikan menggunakan ember yang dipadukan dengan penanaman sayuran pada bagian atas wadah. Sistem ini dinilai praktis karena tidak memerlukan lahan luas dan dapat diterapkan di lingkungan rumah tangga.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penanggung jawab kegiatan, Siti Sa\u2019idah, mahasiswi Program Studi Akuakultur, menjelaskan bahwa Budikdamber merupakan solusi sederhana untuk meningkatkan kemandirian pangan masyarakat sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan pekarangan rumah. \u201cMelalui Budikdamber kami ingin membuka wawasan masyarakat bahwa ketahanan pangan dapat dimulai dari rumah sendiri. Dengan memanfaatkan ember sebagai media budidaya, warga tetap dapat memelihara ikan sekaligus menanam sayuran meskipun memiliki lahan terbatas,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurutnya, sistem Budikdamber juga memberikan edukasi bahwa budidaya ikan tidak selalu menghasilkan limbah. Air dari media pemeliharaan ikan mengandung unsur hara yang dapat dimanfaatkan tanaman, sementara tanaman membantu menjaga kualitas air sehingga tercipta hubungan yang saling menguntungkan. \u201cKonsep ini menunjukkan bahwa budidaya ikan dan tanaman dapat berjalan secara berkelanjutan karena keduanya saling mendukung. Selain menghasilkan sumber pangan, sistem ini juga lebih ramah lingkungan,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam pelaksanaannya, Siti Sa\u2019idah didampingi Sofia Rahmawati dari Program Studi Kehutanan dan Fathir Ahmad dari Program Studi Teknik Lingkungan. Ketiganya memberikan pendampingan kepada masyarakat mulai dari perakitan media Budikdamber, penebaran benih ikan, penanaman sayuran, hingga teknik perawatan agar sistem budidaya dapat berjalan optimal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Melalui program ini, mahasiswa KKNT-LH ULM berharap masyarakat Desa Sumber Makmur semakin terdorong memanfaatkan pekarangan rumah sebagai sumber pangan keluarga sekaligus mendukung peningkatan indikator pembangunan desa melalui penguatan ketahanan pangan berbasis masyarakat dan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tanah Bumbu, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik Lingkungan Hidup (KKNT-LH) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Kelompok 16 melaksanakan sosialisasi dan demonstrasi Budidaya Ikan dalam Ember (Budikdamber) di Desa Sumber Makmur, Kecamatan Satui, Kabupaten Tanah Bumbu. Program ini bertujuan memperkenalkan sistem budidaya &hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":39173,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_bbp_topic_count":0,"_bbp_reply_count":0,"_bbp_total_topic_count":0,"_bbp_total_reply_count":0,"_bbp_voice_count":0,"_bbp_anonymous_reply_count":0,"_bbp_topic_count_hidden":0,"_bbp_reply_count_hidden":0,"_bbp_total_topic_count_hidden":0,"_bbp_total_reply_count_hidden":0,"_bbp_forum_subforum_count":0,"pmpro_default_level":0},"categories":[23,399],"tags":[401,403],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39172"}],"collection":[{"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=39172"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39172\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":39174,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39172\/revisions\/39174"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/39173"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=39172"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=39172"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=39172"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}