{"id":34789,"date":"2025-12-08T15:28:34","date_gmt":"2025-12-08T07:28:34","guid":{"rendered":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/?p=34789"},"modified":"2025-12-09T15:34:08","modified_gmt":"2025-12-09T07:34:08","slug":"dosen-ulm-kembangkan-orchidarium-meratus-sebagai-pusat-konservasi-dan-riset-di-taman-biodiversitas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/2025\/12\/08\/dosen-ulm-kembangkan-orchidarium-meratus-sebagai-pusat-konservasi-dan-riset-di-taman-biodiversitas\/","title":{"rendered":"Dosen ULM Kembangkan Orchidarium Meratus sebagai Pusat Konservasi dan Riset di Taman Biodiversitas"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Banjarmasin &#8211; Dosen ULM Kembangkan Orchidarium Meratus sebagai Pusat Konservasi dan Riset di Taman BiodiversitasBanjarbaru \u2013 Dosen Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Dr. Amalia Rezeki membangun orchidarium khas hutan Pegunungan Meratus di kawasan Taman Biodiversitas, Lembah Bukit Manjai, Mandiangin, Kabupaten Banjar. Dosen Pendidikan Biologi FKIP ULM ini berinisiatif merancang\u00a0 kawasan tersebut menyerupai habitat asli anggrek endemik Meratus.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKawasan alam dibuat menyerupai habitat asli tumbuhan anggrek spesies khas hutan Meratus,\u201d ujar Amalia saat menjelaskan konsep pembangunan orchidarium yang kini menjadi rumah bagi beragam koleksi anggrek alam. Di antaranya adalah anggrek raksasa (Grammatophyllum speciosum), anggrek hitam (Coelogyne pandurata), vanda Kalimantan (Vanda dearei), dan anggrek bulan (Phalaenopsis amabilis).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kehadiran orchidarium ini menjadikan Taman Biodiversitas sebagai pusat konservasi, penelitian, hingga wisata minat khusus yang berfokus pada kekayaan flora Kalimantan. Fasilitas pendukung seperti greenhouse berisi bibit-bibit anggrek juga dibangun dengan dukungan manajemen Bandara Internasional Syamsudin Noor. Selain itu, tersedia pondok riset, gazebo, serta menara pantau sederhana untuk menunjang kegiatan pengembangan ilmu dan kenyamanan pengunjung.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dr. Amalia menamai kawasan tersebut Orchidarium Garden Silfrentine Magdalena Catootje sebagai penghormatan kepada ibunda Ferry F. Hoesain, pendiri Taman Biodiversitas dan tokoh perintis peranggrekan Kalimantan Selatan. Ia mengungkapkan, \u201cIbunda beliau memberikan anggrek bulan ketika Ferry masih berusia sekitar 10 tahun. Dari situlah kecintaannya terhadap anggrek bermula.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sementara itu, Kepala Pengelola Taman Biodiversitas, Ramadhan Jayusman, menegaskan pentingnya keberadaan kawasan ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cTaman Biodiversitas merupakan kawasan penyangga sumber daya alam hayati lokal yang berfungsi untuk menyelamatkan berbagai spesies tumbuhan yang terancam punah,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pembangunan orchidarium yang diinisiasi Dr. Amalia ini semakin menunjukkan peran ULM dalam upaya pelestarian lingkungan serta menegaskan komitmen ULM dalam menjalankan tridharma perguruan tinggi, khususnya pengabdian dan konservasi, serta memperkuat posisinya sebagai pusat kajian lingkungan hidup di Kalimantan Selatan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Banjarmasin &#8211; Dosen ULM Kembangkan Orchidarium Meratus sebagai Pusat Konservasi dan Riset di Taman BiodiversitasBanjarbaru \u2013 Dosen Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Dr. Amalia Rezeki membangun orchidarium khas hutan Pegunungan Meratus di kawasan Taman Biodiversitas, Lembah Bukit Manjai, Mandiangin, Kabupaten Banjar. &hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":34791,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_bbp_topic_count":0,"_bbp_reply_count":0,"_bbp_total_topic_count":0,"_bbp_total_reply_count":0,"_bbp_voice_count":0,"_bbp_anonymous_reply_count":0,"_bbp_topic_count_hidden":0,"_bbp_reply_count_hidden":0,"_bbp_total_topic_count_hidden":0,"_bbp_total_reply_count_hidden":0,"_bbp_forum_subforum_count":0,"pmpro_default_level":0},"categories":[66],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34789"}],"collection":[{"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=34789"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34789\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":34792,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34789\/revisions\/34792"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/34791"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=34789"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=34789"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=34789"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}