{"id":34135,"date":"2025-10-08T11:00:38","date_gmt":"2025-10-08T03:00:38","guid":{"rendered":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/?p=34135"},"modified":"2025-11-03T11:04:12","modified_gmt":"2025-11-03T03:04:12","slug":"mahasiswa-ulm-ciptakan-aplikasi-islami-berbasis-ai-wujudkan-ruang-diskusi-digital-yang-beradab","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/2025\/10\/08\/mahasiswa-ulm-ciptakan-aplikasi-islami-berbasis-ai-wujudkan-ruang-diskusi-digital-yang-beradab\/","title":{"rendered":"Mahasiswa ULM Ciptakan Aplikasi Islami Berbasis AI, Wujudkan Ruang Diskusi Digital yang Beradab"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Banjarmasin \u2013 Universitas Lambung Mangkurat (ULM) kembali menunjukkan komitmennya dalam mengintegrasikan teknologi dan nilai-nilai keislaman melalui karya inovatif mahasiswanya. Kafilah ULM yang mengikuti cabang Desain Aplikasi Komputer Al-Qur\u2019an pada ajang Musabaqah Tilawatil Qur\u2019an Mahasiswa Nasional (MTQMN) XVIII memperkenalkan sebuah inovasi bernama \u201cIstifta\u201d, platform diskusi Islami berbasis Artificial Intelligence (AI) yang menekankan etika dan integritas ilmu dalam berinteraksi di ruang digital.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Diciptakan oleh tim mahasiswa ULM yang diketuai oleh Azka Nabil Taqi, aplikasi Istifta hadir sebagai respons terhadap maraknya fenomena media sosial yang sering kali diwarnai perdebatan negatif, misinformasi, hingga ujaran kebencian terhadap ulama dan tokoh agama. Melalui aplikasi ini, tim ULM ingin menghadirkan ruang diskusi yang sehat, ilmiah, dan santun.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cAI dalam Istifta memiliki dua peran utama,\u201d jelas Azka. \u201cPertama, memberikan jawaban instan untuk pertanyaan pengguna yang bersifat mendesak. Kedua, berfungsi sebagai moderator yang menjaga diskusi agar tetap beradab dan dalam koridor keilmuan,\u201d ucapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tak hanya itu, Istifta juga dilengkapi sistem penanda sensitivitas yang akan menampilkan kotak berwarna merah ketika tanggapan dinilai sensitif atau berpotensi menimbulkan kesalahpahaman. Fitur ini menjadi bentuk tanggung jawab moral pengembang dalam menjaga kualitas dialog keagamaan di dunia maya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Proses pengembangan aplikasi ini berlangsung selama dua bulan, mencakup tahap desain, pengembangan sistem, hingga promosi ke berbagai komunitas dakwah. Dengan konsep yang adaptif terhadap era digital, tim ULM berharap Istifta dapat menjadi solusi nyata dalam menjaga adab berdiskusi dan memperkuat literasi Islam berbasis teknologi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKami berharap aplikasi ini tidak hanya menjadi karya lomba, tetapi juga kontribusi nyata ULM bagi masyarakat digital dalam menegakkan etika dan akhlak dalam berdiskusi,\u201d tambah Azka.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kompetisi desain aplikasi pada ajang MTQMN XVIII ini akan berlangsung Rabu (8\/10\/2025), dan tim ULM optimistis Istifta mampu menembus tiga besar nasional. Kehadiran karya ini mempertegas peran Universitas Lambung Mangkurat sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya unggul dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga berkomitmen dalam membentuk generasi muda yang berakhlak, kreatif, serta mampu menjawab tantangan zaman dengan solusi yang bernilai dan beradab.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Banjarmasin \u2013 Universitas Lambung Mangkurat (ULM) kembali menunjukkan komitmennya dalam mengintegrasikan teknologi dan nilai-nilai keislaman melalui karya inovatif mahasiswanya. Kafilah ULM yang mengikuti cabang Desain Aplikasi Komputer Al-Qur\u2019an pada ajang Musabaqah Tilawatil Qur\u2019an Mahasiswa Nasional (MTQMN) XVIII memperkenalkan sebuah inovasi &hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":34138,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_bbp_topic_count":0,"_bbp_reply_count":0,"_bbp_total_topic_count":0,"_bbp_total_reply_count":0,"_bbp_voice_count":0,"_bbp_anonymous_reply_count":0,"_bbp_topic_count_hidden":0,"_bbp_reply_count_hidden":0,"_bbp_total_topic_count_hidden":0,"_bbp_total_reply_count_hidden":0,"_bbp_forum_subforum_count":0,"pmpro_default_level":0},"categories":[66],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34135"}],"collection":[{"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=34135"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34135\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":34139,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34135\/revisions\/34139"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/34138"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=34135"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=34135"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=34135"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}