{"id":34018,"date":"2025-10-25T11:41:36","date_gmt":"2025-10-25T03:41:36","guid":{"rendered":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/?p=34018"},"modified":"2025-10-29T14:56:20","modified_gmt":"2025-10-29T06:56:20","slug":"kptn-kti-2025-di-ternate-sinergi-kampus-timur-untuk-akselerasi-pembangunan-berkelanjutan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/2025\/10\/25\/kptn-kti-2025-di-ternate-sinergi-kampus-timur-untuk-akselerasi-pembangunan-berkelanjutan\/","title":{"rendered":"KPTN-KTI 2025 di Ternate: Sinergi Kampus Timur untuk Akselerasi Pembangunan Berkelanjutan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Ternate \u2013 Forum tahunan para pimpinan perguruan tinggi negeri se-Kawasan Timur Indonesia yang digelar oleh KPTN-KTI terselenggara dengan sukses di Kota Ternate, Maluku Utara, pada 19\u201321 Oktober 2025.Universitas Khairun (Unkhair) menjadi Perguruan Tinggi terpilih sebagai tuan rumah penyelenggaraan KPTN-KTI 2025.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Rektor Unkhair Prof. Dr. Abdullah W. Jabid, SE., MM., menyampaikan rasa bangga dan \u00a0Kegiatan tersebut dihadiri oleh para rektor, wakil rektor, dekan dan pimpinan perguruan tinggi negeri dari berbagai provinsi wilayah timur Indonesia mulai dari Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, Papua hingga Kalimantan. Pada kesempatan ini, Rektor ULM, Prof. Ahmad Alim Bachri, selaku Ketua KPTN-KTI periode 2023-2025, tampil sebagai pemimpin agenda strategis forum tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam sambutannya, Prof. Ahmad menegaskan bahwa forum bukan hanya menjadi ajang silaturahmi antarkampus, tetapi harus menjadi pemicu nyata bagi penguatan mutu, riset dan inovasi di kawasan timur Indonesia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKegiatan ini dapat memperkuat kolaborasi antarperguruan tinggi negeri di wilayah timur Indonesia, baik dalam bidang pendidikan, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat<em>. <\/em>Masa depan Indonesia bertumpu pada kawasan timur, sehingga perguruan tinggi di wilayah ini perlu mengambil peran strategis dalam mempercepat pembangunan nasional yang berakar dari potensi lokal,\u201d ucap Prof Ahmad.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Prof. Ahmad juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada Unkhair atas dedikasi dan kesiapan sebagai tuan rumah musyawarah tahun ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cTerima kasih atas kerja keras dan pengabdian luar biasa dari keluarga besar Universitas Khairun. Semoga kegiatan ini membawa keberkahan bagi Unkhair dan seluruh perguruan tinggi di kawasan timur Indonesia,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lebih lanjut, ia mengajak seluruh anggota KPTN-KTI untuk memperkuat kolaborasi antarkampus \u2013 termasuk pertukaran dosen\/mahasiswa, kerja sama riset berbasis daerah, dan penguatan akreditasi internasional \u2013 agar pendidikan tinggi di kawasan timur tidak hanya mengejar kuantitas tetapi juga kualitas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kegiatan yang bertema \u201cSinergi Kampus Berdampak: Akselerasi Pembangunan Berkelanjutan di Kawasan Timur Indonesia\u201d ini dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur Maluku Utara, H. Sarbin Sehe, dan dihadiri pula oleh Pemerintah Kota Ternate. \u00a0Sebagai tuan rumah, Universitas Khairun (Unkhair) menyambut antusias kegiatan ini. Rangkaian acara termasuk penyambutan peserta dan forum kerja selama tiga hari.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebagai penutup pidato, Prof. Ahmad menyampaikan harapan agar hasil forum ini baik dari keputusan kebijakan, kerja sama kampus, maupun dukungan pemerintah daerah dapat segera ditindaklanjuti dalam bentuk program konkret yang berdampak terhadap masyarakat dan pembangunan lokal.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ternate \u2013 Forum tahunan para pimpinan perguruan tinggi negeri se-Kawasan Timur Indonesia yang digelar oleh KPTN-KTI terselenggara dengan sukses di Kota Ternate, Maluku Utara, pada 19\u201321 Oktober 2025.Universitas Khairun (Unkhair) menjadi Perguruan Tinggi terpilih sebagai tuan rumah penyelenggaraan KPTN-KTI 2025. &hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":34022,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_bbp_topic_count":0,"_bbp_reply_count":0,"_bbp_total_topic_count":0,"_bbp_total_reply_count":0,"_bbp_voice_count":0,"_bbp_anonymous_reply_count":0,"_bbp_topic_count_hidden":0,"_bbp_reply_count_hidden":0,"_bbp_total_topic_count_hidden":0,"_bbp_total_reply_count_hidden":0,"_bbp_forum_subforum_count":0,"pmpro_default_level":0},"categories":[23],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34018"}],"collection":[{"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=34018"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34018\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":34023,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34018\/revisions\/34023"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/34022"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=34018"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=34018"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=34018"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}