{"id":34017,"date":"2025-10-23T14:47:32","date_gmt":"2025-10-23T06:47:32","guid":{"rendered":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/?p=34017"},"modified":"2025-10-31T16:08:35","modified_gmt":"2025-10-31T08:08:35","slug":"mahasiswa-farmasi-ulm-raih-juara-internasional-lewat-inovasi-pencegahan-karies-gigi-berbasis-nano-gum-dari-limau-kuit","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/2025\/10\/23\/mahasiswa-farmasi-ulm-raih-juara-internasional-lewat-inovasi-pencegahan-karies-gigi-berbasis-nano-gum-dari-limau-kuit\/","title":{"rendered":"Mahasiswa Farmasi ULM Raih Juara Internasional Lewat Inovasi Pencegahan Karies Gigi Berbasis Nano-Gum dari Limau Kuit"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Banjarmasin \u2013 Prestasi membanggakan kembali diraih oleh mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM). Dua mahasiswa Program Studi Farmasi, Ira Qadariah dan Ashaku Dioktara, berhasil meraih Juara 2 dalam ajang Industrial Biotechnology Subtheme \u2013 International Essay Competition (IEC) yang diselenggarakan oleh Universitas Negeri Malang pada 22 Oktober 2025.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam kompetisi esai ilmiah tingkat internasional tersebut, tim ULM mengusung ide inovatif bertajuk \u201cDENTAL-NALIKU: An Innovation in Dental Caries Prevention Based on Nano-Gum From Limau Kuit Peel Through The Application of Green Technology to Realize Indonesia Emas 2045.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Gagasan ini lahir dari keprihatinan terhadap tingginya angka penderita karies gigi, yang menurut data global menyerang 60\u201390% anak-anak dan hampir 100% orang dewasa, sementara di Indonesia mencapai 82,8% penduduk. Keterbatasan akses pelayanan gigi di daerah pedesaan dan ketergantungan terhadap produk impor berbahan kimia menjadi tantangan serius bagi kesehatan masyarakat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berangkat dari persoalan tersebut, Ira dan Ashaku menggali potensi lokal Kalimantan Selatan. Mereka memanfaatkan kulit limau kuit (Citrus hystrix) \u2014 yang selama ini sering terbuang \u2014 sebagai bahan baku inovasi nano-gum alami untuk pencegahan karies.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kulit limau kuit mengandung senyawa flavonoid, triterpenoid, tanin, alkaloid, dan minyak esensial, yang terbukti memiliki aktivitas antibakteri terhadap <em>Streptococcus mutans<\/em> dan <em>Porphyromonas gingivalis<\/em>, dua bakteri utama penyebab karies gigi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Melalui pendekatan <em>green technology<\/em>, ide ini tidak hanya menghadirkan solusi kesehatan mulut yang efektif dan ramah lingkungan, tetapi juga mendukung pemanfaatan keanekaragaman hayati lokal secara berkelanjutan. Presentasi ide dilakukan sepenuhnya dalam bahasa Inggris, menegaskan kemampuan mahasiswa ULM dalam bersaing di kancah global dengan percaya diri dan kompetensi internasional.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Prestasi ini menjadi bukti bahwa Universitas Lambung Mangkurat terus berkomitmen untuk mendorong pengembangan minat, bakat, serta potensi civitas akademika di berbagai bidang, baik akademik, riset, maupun inovasi. ULM secara berkelanjutan menumbuhkan budaya ilmiah dan kreativitas agar mahasiswa tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga mampu memberikan solusi nyata bagi tantangan masyarakat dan dunia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Capaian Ira dan Ashaku menjadi inspirasi bahwa semangat inovasi dapat lahir dari kepedulian terhadap masalah di sekitar, sekaligus menjadi langkah kecil menuju terwujudnya Indonesia Emas 2045 \u2014 melalui karya ilmiah anak bangsa yang berpijak pada potensi lokal, namun berpandangan global.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Banjarmasin \u2013 Prestasi membanggakan kembali diraih oleh mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM). Dua mahasiswa Program Studi Farmasi, Ira Qadariah dan Ashaku Dioktara, berhasil meraih Juara 2 dalam ajang Industrial Biotechnology Subtheme \u2013 International Essay Competition (IEC) yang diselenggarakan oleh Universitas &hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":34019,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_bbp_topic_count":0,"_bbp_reply_count":0,"_bbp_total_topic_count":0,"_bbp_total_reply_count":0,"_bbp_voice_count":0,"_bbp_anonymous_reply_count":0,"_bbp_topic_count_hidden":0,"_bbp_reply_count_hidden":0,"_bbp_total_topic_count_hidden":0,"_bbp_total_reply_count_hidden":0,"_bbp_forum_subforum_count":0,"pmpro_default_level":0},"categories":[23,319],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34017"}],"collection":[{"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=34017"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34017\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":34020,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34017\/revisions\/34020"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/34019"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=34017"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=34017"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=34017"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}