{"id":31699,"date":"2025-06-14T11:01:22","date_gmt":"2025-06-14T03:01:22","guid":{"rendered":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/?p=31699"},"modified":"2025-06-19T11:03:06","modified_gmt":"2025-06-19T03:03:06","slug":"pengabdian-mahasiswa-faperta-ulm-mengembangkan-potensi-lokal-untuk-pertanian-berkelanjutan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/2025\/06\/14\/pengabdian-mahasiswa-faperta-ulm-mengembangkan-potensi-lokal-untuk-pertanian-berkelanjutan\/","title":{"rendered":"Pengabdian Mahasiswa Faperta ULM: Mengembangkan Potensi Lokal untuk Pertanian Berkelanjutan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Banjarbaru \u2013 Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Fakultas Pertanian (BEM-KM Faperta) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) tengah mempersiapkan pelaksanaan Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang akan digelar pada Juli 2025 mendatang di Desa Matang Batas, Kecamatan Hatungun, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kegiatan ini diawali dengan survei lapangan yang dilaksanakan oleh tim BEM-KM Faperta ULM pada Jumat (13\/6\/2025) untuk memetakan kebutuhan riil masyarakat, khususnya di sektor pertanian dan peternakan. Survei ini menjadi dasar dalam merancang program pengabdian yang tepat guna, berbasis data lapangan, dan sesuai dengan kondisi sosial-ekonomi desa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ketua BEM-KM Faperta ULM 2025, Muhammad Rafi Akbar, menjelaskan bahwa kegiatan PKM tahun ini mengusung tema \u201cDari Alam untuk Kehidupan: Mewujudkan Pertanian Sehat dan Kreasi Produk Lokal Bernilai.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cDari hasil pengamatan dan diskusi, kami menemukan beberapa persoalan seperti limbah kotoran sapi yang belum dimanfaatkan, ketergantungan petani pada pestisida kimia, hingga potensi ekonomi dari daun kopi yang belum tergarap,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menanggapi temuan tersebut, panitia PKM merancang tiga fokus utama kegiatan yang akan dijalankan selama pengabdian:<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li>Pelatihan pengolahan pupuk organik dari kotoran sapi untuk mendorong pertanian yang ramah lingkungan.<\/li>\n<li>Pembuatan pestisida nabati berbahan alami seperti daun mimba, serai, dan bawang putih sebagai alternatif pengendalian hama yang aman.<\/li>\n<li>Penyuluhan pengolahan daun kopi menjadi teh herbal, guna meningkatkan nilai tambah dan membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKami berharap produk olahan ini nantinya bisa dikelola melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan menjadi penggerak ekonomi lokal yang berkelanjutan,\u201d tambah Rafi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Koordinator Departemen Sosial Masyarakat BEM-KM Faperta ULM, Muhammad Raja Dharmakusuma, menambahkan bahwa kegiatan pengabdian akan dilaksanakan selama tiga hari dengan melibatkan mahasiswa lintas angkatan dan program studi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Koordinator Departemen Sosial Masyarakat BEM-KM Fakultas Pertanian ULM 2025, Muhammad Raja Dharmakusuma menyampaikan bahwa pengabdian nantinya direncanakan berlangsung selama tiga hari dan akan melibatkan mahasiswa dari berbagai angkatan dan program studi, serta masyarakat setempat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSurvei ini akan kami jadikan acuan agar kegiatan berjalan terarah, efektif, dan benar-benar berdampak,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebagai bentuk dukungan terhadap program ini, Kepala Desa Matang Batas, Muhammad Tohib, turut memberikan saran dan harapan bahwa program yang dirancang mahasiswa sangat baik untuk kemajuan desa. Sarannya ke depan desa diharapkan dapat menjadi lebih baik dengan adanya kegiatan semacam ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKarena manfaatnya tidak hanya untuk saat ini tetapi juga bagi keberlanjutan masyarakat desa.<br \/>\nHarapannya kegiatan pengabdian ini dapat mendorong kemajuan Desa Matang Batas dan memberikan manfaat nyata bagi warga, terutama dalam hal pertanian sehat dan pemberdayaan potensi desa,\u201d ungkap Kepala Desa Matang Batas, Muhammad Tohib.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Senada juga disampaikan oleh Jumadi, Kepala BPD Desa Matang Batas, yang hadir mewakili masyarakat desa. Ia hadir menyampaikan saran dari masyarakat, tentang kegiatan pengabdian masyarakat ini agar dapat benar-benar bermanfaat bagi mahasiswa sebagai pengalaman lapangan, serta bagi masyarakat desa secara langsung.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSemoga kegiatan ini dapat memberi pengalaman berharga bagi para mahasiswa sekaligus turut mengangkat derajat dan nama baik Desa Matang Batas melalui inovasi yang dihasilkan,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kegiatan pengabdian ini diharapkan menjadi langkah awal terwujudnya pertanian sehat berbasis potensi lokal, sekaligus mempererat hubungan antara dunia akademik dengan masyarakat desa dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.<strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Melalui program ini, ULM menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang aktif membangun kemitraan dengan masyarakat melalui riset terapan dan pengabdian nyata. Mahasiswa tidak hanya menjadi pengamat, tetapi hadir sebagai mitra kerja masyarakat untuk mewujudkan pertanian sehat yang berbasis potensi lokal dan berorientasi pada keberlanjutan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Banjarbaru \u2013 Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Fakultas Pertanian (BEM-KM Faperta) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) tengah mempersiapkan pelaksanaan Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang akan digelar pada Juli 2025 mendatang di Desa Matang Batas, Kecamatan Hatungun, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan. &hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":31700,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_bbp_topic_count":0,"_bbp_reply_count":0,"_bbp_total_topic_count":0,"_bbp_total_reply_count":0,"_bbp_voice_count":0,"_bbp_anonymous_reply_count":0,"_bbp_topic_count_hidden":0,"_bbp_reply_count_hidden":0,"_bbp_total_topic_count_hidden":0,"_bbp_total_reply_count_hidden":0,"_bbp_forum_subforum_count":0,"pmpro_default_level":0},"categories":[66],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31699"}],"collection":[{"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=31699"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31699\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":31701,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31699\/revisions\/31701"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/31700"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=31699"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=31699"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=31699"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}