{"id":31615,"date":"2025-06-01T11:01:28","date_gmt":"2025-06-01T03:01:28","guid":{"rendered":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/?p=31615"},"modified":"2025-06-10T11:03:20","modified_gmt":"2025-06-10T03:03:20","slug":"membangun-masyarakat-inklusif-dies-natalis-psikologi-ulm-fokus-pada-empati-dan-aksi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/2025\/06\/01\/membangun-masyarakat-inklusif-dies-natalis-psikologi-ulm-fokus-pada-empati-dan-aksi\/","title":{"rendered":"Membangun Masyarakat Inklusif: Dies Natalis Psikologi ULM Fokus pada Empati dan Aksi"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Banjarbaru &#8211; Dalam rangka memperingati hari jadi ke-17, Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) menggelar rangkaian kegiatan Dies Natalis yang sarat makna kemanusiaan. Mengusung tema \u201c<em>Collaboration and Action for Resilient Empathy<\/em>\u201d, acara ini tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga ruang refleksi dan pembelajaran tentang pentingnya empati dan kolaborasi dalam kehidupan sosial.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Salah satu kegiatan utama yang menjadi sorotan adalah seminar inklusif bersama teman-teman tuna rungu, yang digelar menjelang puncak perayaan pada 31 Mei 2025 di Aula FKIK ULM, Banjarbaru. Seminar ini menjadi wujud nyata dari komitmen Prodi Psikologi ULM dalam merespons fenomena sosial modern, khususnya kurangnya empati yang kerap terlihat di ruang digital seperti media sosial TikTok dan Instagram. Peserta diajak untuk memahami bagaimana kolaborasi dengan kelompok rentan dapat memperkuat nilai kemanusiaan dan membangun masyarakat yang lebih inklusif.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSeminar ini diharapkan bisa membuka wawasan mahasiswa dan peserta bahwa empati bukan hanya wacana, tapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Kami ingin membentuk generasi muda yang tangguh dan peduli terhadap sesama,\u201d ujar panitia penyelenggara dari Himpunan Mahasiswa Psikologi (HIMA) ULM.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Rangkaian Dies Natalis ke-17 Prodi Psikologi ULM terbagi dalam tiga bagian utama: pembukaan pada 4 Mei 2025 di Lapangan Basket FKIK ULM, kemudian dilanjutkan dengan kegiatan tengah (middle) yang berlangsung sepanjang 4\u201327 Mei 2025 di Gedung Prodi Psikologi FKIK, dan ditutup dengan puncak acara pada 31 Mei. Selain seminar, juga digelar bazar produk mahasiswa dan civitas akademika yang menambah semarak acara, meskipun tidak menjadi fokus utama perayaan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari berbagai pihak. Muhammad Arsy Alhafidz Revianto, salah satu perwakilan panitia dan mahasiswa, menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim, khususnya Laskar Nawasena, yang telah menyukseskan kegiatan ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cTerima kasih kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras. Semoga Psikologi ULM terus maju dan melahirkan mahasiswa yang unggul serta berempati tinggi,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain memperingati ulang tahun, kegiatan ini juga ditujukan untuk meningkatkan kualitas mahasiswa dan peserta melalui lomba, diskusi, dan pelatihan yang disisipkan selama rangkaian acara. Diharapkan momentum Dies Natalis ini tidak hanya meninggalkan kesan mendalam, tetapi juga mendorong lahirnya mahasiswa berdaya saing, berjiwa sportivitas, dan peduli terhadap tantangan sosial zaman sekarang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dengan semangat kolaboratif dan tindakan nyata, Universitas Lambung Mangkurat menegaskan posisinya sebagai institusi pendidikan tinggi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mendorong nilai-nilai kemanusiaan yang kokoh di tengah tantangan era digital.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Banjarbaru &#8211; Dalam rangka memperingati hari jadi ke-17, Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) menggelar rangkaian kegiatan Dies Natalis yang sarat makna kemanusiaan. Mengusung tema \u201cCollaboration and Action for Resilient Empathy\u201d, acara ini &hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":31616,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_bbp_topic_count":0,"_bbp_reply_count":0,"_bbp_total_topic_count":0,"_bbp_total_reply_count":0,"_bbp_voice_count":0,"_bbp_anonymous_reply_count":0,"_bbp_topic_count_hidden":0,"_bbp_reply_count_hidden":0,"_bbp_total_topic_count_hidden":0,"_bbp_total_reply_count_hidden":0,"_bbp_forum_subforum_count":0,"pmpro_default_level":0},"categories":[66],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31615"}],"collection":[{"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=31615"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31615\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":31617,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31615\/revisions\/31617"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/31616"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=31615"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=31615"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=31615"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}