{"id":31372,"date":"2025-05-14T10:34:50","date_gmt":"2025-05-14T02:34:50","guid":{"rendered":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/?p=31372"},"modified":"2025-05-28T13:35:41","modified_gmt":"2025-05-28T05:35:41","slug":"ulm-latih-warga-karang-intan-olah-sampah-jadi-pupuk-cair-bernilai-ekonomis","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/2025\/05\/14\/ulm-latih-warga-karang-intan-olah-sampah-jadi-pupuk-cair-bernilai-ekonomis\/","title":{"rendered":"ULM Latih Warga Karang Intan Olah Sampah Jadi Pupuk Cair Bernilai Ekonomis"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Karang Intan \u2013 Program Studi Keperawatan dan Fakultas Pertanian ULM melakukan kolaborasi lintas disiplin dalam pengabdian masyarakat, menggelar pelatihan bertema \u201cSociopreneur: Pengolahan Sampah Organik Menjadi Pupuk Cair\u201d di Kecamatan Karang Intan, Kalimantan Selatan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kolaborasi lintas disiplin ini merupakan wujud Universitas Lambung Mangkurat (ULM) dalam mengukuhkan komitmennya melalui kegiatan pengabdian masyarakat yang tidak hanya menekankan aspek lingkungan, tetapi juga bertujuan memberdayakan masyarakat secara ekonomi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pelatihan dipimpin oleh Ns. Hamka, S.Kep., M.Kep., RN, WOC(ET) sebagai penanggung jawab, didampingi Ns. Windy Yuliana Budianto, dan S.Kep., M.Biomed. sebagai dosen pembimbing, serta Nurhalisa Wibawa sebagai ketua pelaksana.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebelum kegiatan dimulai, Ns. Hamka memberikan sambutan yang menyoroti pentingnya pengelolaan sampah sebagai isu yang harus ditangani bersama.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cBanyak masyarakat belum menyadari bahwa sampah organik jika tidak dikelola dengan baik dapat mencemari lingkungan dan mengancam kesehatan. Lewat pelatihan ini, kami ingin membuka wawasan bahwa sampah juga memiliki potensi ekonomi,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia juga menambahkan, kegiatan ini merupakan bagian dari dukungan terhadap Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW). Harapannya, keterampilan yang ditanamkan dapat dikembangkan lebih lanjut sebagai usaha mandiri oleh masyarakat dan mahasiswa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sementara itu, Ns. Windy menegaskan bahwa pelatihan ini bukan sekadar edukasi sesaat, tetapi investasi jangka panjang bagi masyarakat Karang Intan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKami ingin masyarakat memiliki keterampilan yang bisa terus mereka manfaatkan. Dengan ilmu ini, mereka bisa memulai usaha mikro yang berdampak dan berkelanjutan,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Warga Karang Intan menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam kegiatan ini. Mereka berpartisipasi secara aktif, baik dalam sesi teori maupun praktik langsung mengolah sampah organik menjadi pupuk cair. Produk hasil pelatihan ini diharapkan menjadi titik awal pengembangan usaha mikro lokal yang ramah lingkungan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ketua pelaksana, Nurhalisa Wibawa, menyebut kegiatan ini diharapkan membawa dampak positif tidak hanya bagi lingkungan, tetapi juga bagi peningkatan keterampilan warga.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKami berharap pelatihan ini mendorong masyarakat menjadi lebih mandiri dalam mengelola sampah dan memanfaatkannya sebagai peluang usaha,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kegiatan ini turut mendapat dukungan dari Koordinator Keperawatan FKIK ULM, Dr. Herawati, M.Kep., yang menekankan pentingnya sinergi antara akademisi dan masyarakat dalam menciptakan solusi atas permasalahan lingkungan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Melalui program ini, ULM menegaskan bahwa peran perguruan tinggi tidak hanya terbatas pada pendidikan, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak inovasi sosial yang berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Karang Intan \u2013 Program Studi Keperawatan dan Fakultas Pertanian ULM melakukan kolaborasi lintas disiplin dalam pengabdian masyarakat, menggelar pelatihan bertema \u201cSociopreneur: Pengolahan Sampah Organik Menjadi Pupuk Cair\u201d di Kecamatan Karang Intan, Kalimantan Selatan. Kolaborasi lintas disiplin ini merupakan wujud Universitas &hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":31373,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_bbp_topic_count":0,"_bbp_reply_count":0,"_bbp_total_topic_count":0,"_bbp_total_reply_count":0,"_bbp_voice_count":0,"_bbp_anonymous_reply_count":0,"_bbp_forum_subforum_count":0,"pmpro_default_level":0},"categories":[66],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31372"}],"collection":[{"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=31372"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31372\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":31374,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31372\/revisions\/31374"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/31373"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=31372"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=31372"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=31372"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}