{"id":30656,"date":"2025-02-01T12:19:56","date_gmt":"2025-02-01T04:19:56","guid":{"rendered":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/?p=30656"},"modified":"2025-03-09T22:25:55","modified_gmt":"2025-03-09T14:25:55","slug":"ppiig-ulm-analisis-faktor-penyebab-banjir-di-kalimantan-selatan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/2025\/02\/01\/ppiig-ulm-analisis-faktor-penyebab-banjir-di-kalimantan-selatan\/","title":{"rendered":"PPIIG ULM Analisis Faktor Penyebab Banjir di Kalimantan Selatan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Banjarmasin \u2013 Pusat Pengembangan Infrastruktur Informasi Geospasial (PPIIG) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) memberikan analisis mengenai faktor-faktor yang berkontribusi terhadap banjir yang melanda 11 kabupaten\/kota di Kalimantan Selatan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ketua PPIIG ULM, Syam\u2019ani, mengungkapkan bahwa penyebab pasti banjir masih memerlukan penelitian lebih mendalam. Namun, faktor cuaca dapat dibuktikan dengan lebih mudah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Untuk mengetahui penyebab spesifik, diperlukan kajian lebih lanjut. Saat ini, kami belum sampai pada kesimpulan tersebut. Namun, jika dikaitkan dengan faktor cuaca, pembuktiannya lebih sederhana,&#8221; ujar Syam\u2019ani saat diwawancarai di Banjarmasin, Rabu (27\/1\/2021).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurutnya, banjir paling parah terjadi di wilayah barat Pegunungan Meratus, sedangkan daerah timur mengalami dampak yang lebih ringan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Dalam menentukan apakah ini merupakan anomali cuaca atau bukan, kita perlu melihat pola hujan. Jika hujan turun di seluruh wilayah Kalsel, tetapi hanya bagian barat yang mengalami banjir parah, maka perlu ditelusuri faktor pembeda antara barat dan timur,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berdasarkan data lapangan, titik banjir terparah tercatat di Kabupaten Banjar, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara, serta Kota Banjarmasin.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sementara itu, citra satelit yang diambil pada 20 Januari menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah yang terdampak telah mulai surut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Idealnya, kami ingin menyajikan data sejak 13 hingga 15 Januari. Namun, data satelit untuk tanggal tersebut tidak tersedia, sehingga kami hanya dapat menggunakan data per 20 Januari. Dari hasil analisis, pada tanggal tersebut, genangan masih terlihat di Kabupaten Banjar dan Barito Kuala, sedangkan Hulu Sungai Tengah mulai mengering,&#8221; terang Syam\u2019ani.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia juga menambahkan bahwa pemantauan citra satelit dilakukan dengan memanfaatkan perangkat lunak sumber terbuka dari Badan Antariksa Eropa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Banjarmasin \u2013 Pusat Pengembangan Infrastruktur Informasi Geospasial (PPIIG) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) memberikan analisis mengenai faktor-faktor yang berkontribusi terhadap banjir yang melanda 11 kabupaten\/kota di Kalimantan Selatan. Ketua PPIIG ULM, Syam\u2019ani, mengungkapkan bahwa penyebab pasti banjir masih memerlukan penelitian lebih &hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":30662,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_bbp_topic_count":0,"_bbp_reply_count":0,"_bbp_total_topic_count":0,"_bbp_total_reply_count":0,"_bbp_voice_count":0,"_bbp_anonymous_reply_count":0,"_bbp_topic_count_hidden":0,"_bbp_reply_count_hidden":0,"_bbp_total_topic_count_hidden":0,"_bbp_total_reply_count_hidden":0,"_bbp_forum_subforum_count":0,"pmpro_default_level":0},"categories":[66],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30656"}],"collection":[{"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=30656"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30656\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":30663,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30656\/revisions\/30663"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/30662"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=30656"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=30656"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=30656"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}