{"id":30026,"date":"2024-12-04T11:17:07","date_gmt":"2024-12-04T03:17:07","guid":{"rendered":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/?p=30026"},"modified":"2024-12-31T15:53:24","modified_gmt":"2024-12-31T07:53:24","slug":"mahasiswa-ners-ulm-gelar-pelatihan-sigap-untuk-mitigasi-banjir-di-martapura-timur","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/2024\/12\/04\/mahasiswa-ners-ulm-gelar-pelatihan-sigap-untuk-mitigasi-banjir-di-martapura-timur\/","title":{"rendered":"Mahasiswa Ners ULM Gelar Pelatihan SIGAP untuk Mitigasi Banjir di Martapura Timur"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Martapura Timur (02\/12\/2024)\u00a0\u2013 Mahasiswa Program Profesi Ners angkatan 24 Universitas Lambung Mangkurat (ULM) mengadakan pelatihan SIGAP (Siaga, Inisiatif, Gerak Aktif Pertolongan) untuk meningkatkan kesiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana dan memberikan pertolongan pertama. Kegiatan ini berlangsung di Balai Desa Sungai Kitano, Kecamatan Martapura Timur, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pelatihan ini bertujuan mengedukasi warga tentang pertolongan pertama pada luka, korban tenggelam, dan mitigasi banjir. Sebanyak 17 peserta dari Desa Sungai Kitano mengikuti program ini dengan antusias. Tim PSC (Public Safety Center) hadir sebagai pemateri, di antaranya M. Fitriyadi, Ahmad Mujahid, Irwan Maidoni, dan Aulia Irmadhani.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSIGAP adalah program yang penting untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam bantuan hidup dasar, terutama di daerah rawan banjir seperti Desa Sungai Kitano,\u201d ujar Aulia Irmadhani dari tim PSC.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kegiatan dimulai dengan pre-test untuk mengetahui pengetahuan awal peserta, dilanjutkan dengan sesi materi dan demonstrasi pertolongan pertama, seperti penanganan luka, korban tenggelam, dan resusitasi jantung paru (RJP). Acara ditutup dengan post-test untuk mengevaluasi hasil pelatihan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kegiatan ini diadakan karena minimnya jejaring relawan emergency yang mencakup wilayah Martapura Timur. Menurut data, banyak korban kecelakaan atau tenggelam tidak mendapatkan pertolongan pertama yang optimal, sehingga risiko kematian atau kecacatan meningkat. Selain itu, anak-anak usia 1\u20134 tahun menjadi kelompok paling rentan terhadap kecelakaan tenggelam. Pelatihan ini mengajarkan warga langkah pencegahan, seperti memasang pengaman di area perairan dan menyiapkan alat keselamatan seperti pelampung dan APD.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam mitigasi banjir, masyarakat diajarkan mengenali tanda-tanda banjir, memahami sistem peringatan dini, dan menyiapkan perlengkapan darurat. Warga Desa Sungai Kitano menyambut hangat program ini. Banyak yang terlibat aktif dalam simulasi dan praktik langsung.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Salah satu peserta, Andi, mengungkapkan, \u201cPelatihan ini sangat bermanfaat, terutama karena desa kami sering mengalami banjir.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tim pelaksana yang terdiri dari mahasiswa profesi Ners ULM, seperti Adelya Nur Fathimatuzzahra, Fayza Eka Zhafirah, dan rekan-rekannya, berharap materi yang diajarkan dapat diaplikasikan secara nyata oleh warga untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dengan keberhasilan pelatihan SIGAP, ULM kembali menunjukkan kontribusinya dalam memberdayakan masyarakat melalui edukasi dan pelatihan kesehatan, terutama di wilayah Kalimantan Selatan yang rawan bencana.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Martapura Timur (02\/12\/2024)\u00a0\u2013 Mahasiswa Program Profesi Ners angkatan 24 Universitas Lambung Mangkurat (ULM) mengadakan pelatihan SIGAP (Siaga, Inisiatif, Gerak Aktif Pertolongan) untuk meningkatkan kesiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana dan memberikan pertolongan pertama. Kegiatan ini berlangsung di Balai Desa Sungai Kitano, &hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":30041,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_bbp_topic_count":0,"_bbp_reply_count":0,"_bbp_total_topic_count":0,"_bbp_total_reply_count":0,"_bbp_voice_count":0,"_bbp_anonymous_reply_count":0,"_bbp_topic_count_hidden":0,"_bbp_reply_count_hidden":0,"_bbp_total_topic_count_hidden":0,"_bbp_total_reply_count_hidden":0,"_bbp_forum_subforum_count":0,"pmpro_default_level":0},"categories":[66],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30026"}],"collection":[{"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=30026"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30026\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":30043,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30026\/revisions\/30043"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/30041"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=30026"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=30026"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=30026"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}