{"id":27948,"date":"2024-08-09T14:34:44","date_gmt":"2024-08-09T06:34:44","guid":{"rendered":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/?p=27948"},"modified":"2024-08-12T09:48:59","modified_gmt":"2024-08-12T01:48:59","slug":"ulm-terima-surat-persetujuan-komitmen-selangkah-lagi-mengelola-611-ha-lahan-mangrove-kotabaru","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/2024\/08\/09\/ulm-terima-surat-persetujuan-komitmen-selangkah-lagi-mengelola-611-ha-lahan-mangrove-kotabaru\/","title":{"rendered":"ULM Terima Surat Persetujuan Komitmen, Selangkah Lagi Mengelola 611 Ha Lahan Mangrove Kotabaru"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Universitas Lambung Mangkurat (ULM) melalui Koperasi Berkah Wasaka Mandiri telah mendapatkan Surat Persetujuan Komitmen Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) pada Hutan Produksi seluas \u00b1611 Ha di Kabupaten Kotabaru. Surat tersebut diterbitkan oleh Menteri Investasi\/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Bahlil Lahadalia dan dicetak pada 8 Agustus 2024.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berdasarkan hasil verifikasi administrasi dan teknis, permohonan PBPH telah memenuhi kelengkapan persyaratan sesuai dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 8 Tahun 2021. Terbitnya surat tersebut membuat ULM selangkah lagi untuk bisa menjadi satu-satunya universitas di dunia yang memiliki dan mengelola lahan mangrove.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Total \u00b1611 Ha lahan mangrove di Kabupaten Kotabaru tersebut terbagi ke dalam 3 (tiga) blok, di antaranya yaitu Blok I seluas 366 Ha., Blok II seluas 79 Ha., dan Blok III seluas 166 Ha.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepala UPA Lingkungan Lahan Basah (LLB) ULM Dr. Eng Maya Amalia, S.T., M.Eng., bersama Prof. Dr. Ir. H. Syarifuddin Kadir, M.Si., menyampaikan bahwa saat ini ULM sedang berusaha untuk melengkapi berkas-berkas yang dibutuhkan untuk mendapatkan izin pengelolaan hutan mangrove tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ke depannya, Prof. Syarifuddin menyampaikan kawasan hutan mangrove tersebut akan dikelola untuk penyerapan dan penyimpanan karbon, budidaya perikanan, serta menjadi objek rekreasi atau wisata pendidikan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cUtamanya kita akan mengajak fakultas-fakultas terkait untuk melakukan kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat yang nanti akan dikoordinasikan oleh UPA LLB,\u201d ucap beliau.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebagai satu-satunya universitas yang mempunyai PBPH di lahan mangrove, ULM juga nanti berencana mengundang beberapa perguruan tinggi baik di Indonesia maupun luar negeri untuk turut melakukan kegiatan pendidikan, penelitian, atau pengabdian masyarakat di kawasan tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cTerimakasih atas dukungan semua pihak, terutama pimpinan universitas hingga para akademisi, selama kurang lebih 1 tahun akhirnya kita bisa mendapatkan surat persetujuan komitmen ini,\u201d ucap Dr. Maya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Capaian ini juga tentunya mendapat apresiasi dari Rektor Universitas Lambung Mangkurat, Prof. Dr. H. Ahmad, S.E., M.Si.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cAlhamdulillah terimakasih kepada semua Tim yang telah bekerja keras untuk mempersiapkan segala sesuatunya yang terkait dengan pengusahaan hutan mangrove ULM. Semoga semakin memperkuat implementasi visi misi ULM untuk menjadi universitas yang unggul di bidang lingkungan lahan basah,\u201d ucap beliau melalui teks WhatsApp.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Universitas Lambung Mangkurat (ULM) melalui Koperasi Berkah Wasaka Mandiri telah mendapatkan Surat Persetujuan Komitmen Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) pada Hutan Produksi seluas \u00b1611 Ha di Kabupaten Kotabaru. Surat tersebut diterbitkan oleh Menteri Investasi\/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Bahlil Lahadalia &hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":27963,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_bbp_topic_count":0,"_bbp_reply_count":0,"_bbp_total_topic_count":0,"_bbp_total_reply_count":0,"_bbp_voice_count":0,"_bbp_anonymous_reply_count":0,"_bbp_topic_count_hidden":0,"_bbp_reply_count_hidden":0,"_bbp_total_topic_count_hidden":0,"_bbp_total_reply_count_hidden":0,"_bbp_forum_subforum_count":0,"pmpro_default_level":0},"categories":[23],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27948"}],"collection":[{"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=27948"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27948\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":27952,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27948\/revisions\/27952"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/27963"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=27948"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=27948"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=27948"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}