{"id":23917,"date":"2023-10-12T08:28:19","date_gmt":"2023-10-12T00:28:19","guid":{"rendered":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/?p=23917"},"modified":"2023-10-12T08:28:35","modified_gmt":"2023-10-12T00:28:35","slug":"upt-bahasa-ulm-sukses-gelar-seminar-nasional-kebahasaan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/2023\/10\/12\/upt-bahasa-ulm-sukses-gelar-seminar-nasional-kebahasaan\/","title":{"rendered":"UPT Bahasa ULM Sukses Gelar Seminar Nasional Kebahasaan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Banjarmasin &#8211; Rabu, 11 Oktober 2023, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Bahasa Universitas Lambung Mangkurat (ULM) mengadakan Seminar Nasional Kebahasaan dengan tema &#8216;Peremajaan Pengajaran Bahasa yang Multikultural dan berdiferensiasi&#8217;. Seminar ini menghadirkan tiga orang Guru Besar sebagai narasumber. mereka adalah Herlina, Guru Besar Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Fatchul Muin dan Rusma Noortyani, Guru Bahasa dari Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni (PBS) ULM. Kegiatan dilaksanakan mulai pukul 09.00-15.30 WITA. Seminar dibagi dalam 2 sesi. Sesi pertama adalah pemaparan dan diskusi dari para narasumber, dan sesi kedua adalah pemaparan dan diskusi artikel ilmiah dari para pemakalah di sesi pararel. Acara dibuka oleh Kepala UPT Bahasa ULM, Jumariati. Terkait kegiatan ini, menurut Jumariati, seminar ini merupakan ajang bagi para guru, dosen, peneliti, dan mahasiswa calon guru untuk memperluas wawasan terhadap tren pembelajaran bahasa khususnya pembelajaran bahasa yang multikultural dan berdiferensiasi. Hal ini sangat relevan dengan perkembangan sosial masyarakat saat ini yang memungkinkan hadirnya beragam pemelajar dari lintas kultur dengan karakteristik yang berbeda-beda.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Salah satu narasumber, Herlin, dalam presentasinya ia menyampaikan mengenai bagaimana pembelajaran dengan pendekatan berdiferensiasi. Menurutnya, hal terpenting dari pendekatan ini adalah kesadaran setiap yang terlibat mengenai adanya perbedaan pada tiap orang. Prinsip dalam pendekatan berdiferensiasi diantaranya meyakini bahwa perbedaan pada siswa dari latar belakang multikultural, mempercayai bahwa dari perbedaan multikultural memengaruhi proses belajar, pengajar bertanggungjawab untuk memastikan bahwa semua siswa meskipun berbeda akan mampu menguasai materi pembelajaran, pengajar sebaiknya secara berkelanjutan mengembangkan strategi yang sesuai, pengajar menyesuaikan metode yangs esuai dengan karakteristik masing-masing siswa, menyadari pentingnya fleksibiltas dan refleksi yang bersifat terus menerus pada setiap proses pembelajaran.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sementara itu, Fatchul Muin menjelaskan mengenai literatur multikultural. Literatur yang terkait pada dua ranah, bahasa dan sastra, ketika dibaca akan mengenalkan pembaca pada budaya, tradisi, dan perspektif beragam yang mungkin berbeda dari mereka. Dalam pembelajaran di kelas, membicarakan mengenai literatur multikultural akan memantik kemampuan siswa untuk berpikir kritis. Siswa dapat mengeksplorasi tema, motif, dan simbol dalam teks serta dapat mengungkap isu global yang mungkin muncul dalam bacaan. Di lain pihak, Rusma Noortyani mengulas mengenai pembelajaran berbasis respon budaya yang inheren dengan pembelajaran multikulural ini. Ia menjelaskan bahwa dengan pendekatan ini, pemahaman pengajar akan latar belakang budaya peserta didik dapat lebih mendalam.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain pemaparan dari narasumber, sejumlah pemakalah juga mempresentasikan karya tulisnya pada seminar ini. Para pemakalah ini berasal dari beberapa perguruan tinggi di Banjarmasin diantaranya Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari, Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Banjarmasin, dan tuan rumah, ULM.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">(Dewi Alfianti, S.Pd., M.Pd\/Humas FKIP ULM)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Banjarmasin &#8211; Rabu, 11 Oktober 2023, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Bahasa Universitas Lambung Mangkurat (ULM) mengadakan Seminar Nasional Kebahasaan dengan tema &#8216;Peremajaan Pengajaran Bahasa yang Multikultural dan berdiferensiasi&#8217;. Seminar ini menghadirkan tiga orang Guru Besar sebagai narasumber. mereka adalah Herlina, &hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":23918,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_bbp_topic_count":0,"_bbp_reply_count":0,"_bbp_total_topic_count":0,"_bbp_total_reply_count":0,"_bbp_voice_count":0,"_bbp_anonymous_reply_count":0,"_bbp_topic_count_hidden":0,"_bbp_reply_count_hidden":0,"_bbp_total_topic_count_hidden":0,"_bbp_total_reply_count_hidden":0,"_bbp_forum_subforum_count":0,"pmpro_default_level":0},"categories":[66],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23917"}],"collection":[{"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=23917"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23917\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":23920,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23917\/revisions\/23920"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/23918"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=23917"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=23917"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=23917"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}