{"id":9895,"date":"2017-07-04T13:33:55","date_gmt":"2017-07-04T06:33:55","guid":{"rendered":"http:\/\/ulm.ac.id\/en\/?p=9895"},"modified":"2018-03-13T16:23:45","modified_gmt":"2018-03-13T09:23:45","slug":"selamat-datang-kuliah-kerja-nyata-pkkn-ulm-2017","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ulm.ac.id\/en\/2017\/07\/04\/selamat-datang-kuliah-kerja-nyata-pkkn-ulm-2017\/","title":{"rendered":"SELAMAT DATANG KULIAH KERJA NYATA (KKN) ULM 2017"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"http:\/\/ulm.ac.id\/en\/cv-muhamat-s-si-m-sc\/\" rel=\"attachment wp-att-9896\"><img class=\"size-thumbnail wp-image-9896 alignleft\" src=\"http:\/\/ulm.ac.id\/en\/wp-content\/uploads\/2017\/07\/01a-150x150.jpg\" alt=\"01a\" width=\"150\" height=\"150\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan mata kuliah yang menitikberatkan kepada penerapan ilmu yang diperoleh dibangku kuliah dengan realita di lapangan. KKN merupakan bagian mata kuliah maka mempunyai bobot SKS.\u00a0 KKN di Universitas Lambung Mangkurat mempunyai bobot\u00a0 sebanyak 3 SKS.\u00a0 Kegiatan KKN merupakan mata kuliah lapangan tidak berbeda dengan praktikum oleh karena itu 1 SKS setara 200 menit.\u00a0 Jika dalam satu kegiatan ditetapkan sebanyak 14-16 kali maka total kegiatan mahasiswa dilapangan sebesar 3 SKS x 200 menit x (14-16 kali) = 8400-9600 menit atau 140-160 jam.\u00a0 Jumlah 140 -160 jam tersebut dapat dibagi menjadi 3 kegiatan yaitu kegiatan pra pelaksana 10 jam kegiatan pelaksana 120-140 jam dan kegiatan pasca pelaksana 10 jam.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">KKN ULM periode Juli 2017 diikuti mahasiswa sebanyak 271 orang yang berasal FMIPA. KKN 2017 ini terbagi menjadi 4 jenis KKN yaitu:<\/p>\n<ol>\n<li style=\"text-align: justify;\">KKN-PPM Reguler yaitu KKN yang secara teratur dilaksnakan oleh LPPM. KKN-PPM tahun ini seperti tahun 2016 \u00a0akan ditempat di Kabupaten Berito Kuala yang dikuti sebanyak 160 mahasiswa.\u00a0 KKN-PPM reguler di Kab. Barito Kuala terbagi menjadi 15 lokasi KKN yang berada di kecamatan Barambai Dengan Dosen Pendamping Lapangan (DPL) Ade Agung Harnawan, S.Si., M.Si, Kec. Belawang dengan DPL Khoirul Anwar, M. Farm kec. Wanaraya dengan DPL Dr.\u00a0 Sutomom Kec. Mekarsari dengan DPL Pardi Affandi, S.Si., M.Si. dan Kec. Tamban dengan DPL Dwi Kartini, M.Kom<\/li>\n<li>KKN Tematik merupakan KKN yang mendapatkan hibah pendanaan Ristekdikti akan dilaksanakan di 4 lokasi KKN yaitu<\/li>\n<li>Desa Madurejo kec. Mantewe Kab. Tanah bumbu dengan 19 mahasiswa dengan DPL Tanto Budi Sulilo, M.Si, Arvan Arfan Eko Fahrudin, S.Si,M.Eng\u00a0 dan Oni Soesanto, S.Si, M.Si<\/li>\n<li>Desa Pamangkuan Kec. Sungai Tabuk. Kab. Banjar dengan 20 mahasiswa yang berperan serta dengan DPL Mahfuzhs Shiddiq, S.Si.,M.Si\u00a0 dan Gunawan, S.Si.,M.Si<\/li>\n<li>Desa Sambung Makmur \u00a0\u00a0 Madurejo Kab.\u00a0 Banjar dengan 20 mahasiswa yang terlibat dengan DPL Nurul Huda, S.Si.,M.Si \u00a0dan Akhmad Yusuf, S.Si.,M.Kom<\/li>\n<li>Desa Mangkauk Kec. Pengaron Kab. Banjar dengan 20 mahasiswa yang terlibat dengan DPL Valentina Meta Srikartika, S.Si., M.Si, Difa Intannia, M. Farm-Klin, Apt dan \u00a0Nurlely, M.Sc.,Apt<\/li>\n<li>Desa Sungai Tiung dan Cempaka Kec. Cempaka Kota Banjarbaru dengan 27 mahasiswa yang terlibat\u00a0 dengan DPL Tetti Novalina Manik, S.Si, M. T \u00a0dan Totok Wianto, S.Si, M.Si<\/li>\n<\/ol>\n<ol style=\"text-align: justify;\" start=\"3\">\n<li>KKN Prioritas<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sehubungan dengan surat Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat, \u00a0Desa dan Kawasan, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan \u00a0Kebudayaan Nomor B.302\/D.VIII\/MDK.00.02\/03\/2017 tanggal 7 Maret 2017, perihal Permohonan Masukan dan Program Kegiatan Kementerian\/Lembaga pada 40 lokasi desa pilot, dan surat Sekretaris Jenderal Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan TinggiNomor 1356\/A.A1.\/PR\/2017 tanggal 21 Maret 2017 perihal Tindak lanjut pembahasan dukungan Kemenristekdikti di tingkat desa. Maka Direktorat Belmawa mewujudkannya dalam bentuk KKN Prioritas dalam mendukung program tersebut.\u00a0 Untuk wilayah kalimantan Selatan, KKN prioritas berlokasi di desa Kuala Tambangan Kec.\u00a0 Tangkisung Tanah Laut.\u00a0 KKN ini melibatkan 20 mahasiswa dengan DPL Dodon T Nugrahadi, S.Kom.,M.Eg<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\" start=\"4\">\n<li style=\"text-align: justify;\">KKN Kebangsaaan<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"http:\/\/ulm.ac.id\/en\/wp-content\/uploads\/2017\/07\/kkn-2017.jpg\" rel=\"attachment wp-att-9897\"><img class=\" wp-image-9897 alignleft\" src=\"http:\/\/ulm.ac.id\/en\/wp-content\/uploads\/2017\/07\/kkn-2017-150x150.jpg\" alt=\"kkn 2017\" width=\"173\" height=\"173\" \/><\/a>KKN kebangsaan merupakan KKN yang digagas oleh Badan Kerjasama Perguruan Tinggi Negeri (BKS-PTN), baik di wilayah barat, maupun Konsorsium Perguruan Tinggi Negeri Kawasan Timur Indonesia (KPTN-KTI), untuk menyelenggarakan program KKN bersama yang bertemakan kebangsaan.\u00a0 KKN Kebangsaan tahun 2017 akan dilaksanakan di provinsi Gorontalo yang akan dilaksanakan tanggal 18 juli -23 Agustus 2017 yang melibatkan 5 mahasiswa dengan DPL Muhamat, S.Si., M.Sc<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Semangat berKKN untuk memperkuat peran institusi dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi. KKN mengajarkan mahasiswa khususnya dalam hal pengabdian dalam rangka membangun masyarakat Indonesia untuk menuju kejayaan dan kemakmuran bersama, mempererat Bhinneka Tunggal Ika, memperkuat semangat gotong royong dan ikut membangun di daerah terluar, terpinggirkan terisolasi dan tertinggal.<\/p>\n<p>Penulis : Muhamat S.Si., M.Sc (Koordinator Pusat Layanan KKN LPPM ULM)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan mata kuliah yang menitikberatkan kepada penerapan ilmu yang diperoleh dibangku kuliah dengan realita di lapangan. KKN merupakan bagian mata kuliah maka mempunyai bobot SKS.\u00a0 KKN di Universitas Lambung Mangkurat mempunyai bobot\u00a0 sebanyak 3 SKS.\u00a0 Kegiatan &hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":9896,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_bbp_topic_count":0,"_bbp_reply_count":0,"_bbp_total_topic_count":0,"_bbp_total_reply_count":0,"_bbp_voice_count":0,"_bbp_anonymous_reply_count":0,"_bbp_topic_count_hidden":0,"_bbp_reply_count_hidden":0,"_bbp_total_topic_count_hidden":0,"_bbp_total_reply_count_hidden":0,"_bbp_forum_subforum_count":0,"pmpro_default_level":0},"categories":[52],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9895"}],"collection":[{"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9895"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9895\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9964,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9895\/revisions\/9964"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/9896"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9895"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9895"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9895"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}