{"id":7805,"date":"2016-10-06T16:30:34","date_gmt":"2016-10-06T09:30:34","guid":{"rendered":"http:\/\/ulm.ac.id\/en\/?p=7805"},"modified":"2016-10-06T16:30:34","modified_gmt":"2016-10-06T09:30:34","slug":"ulm-kukuhkan-dua-guru-besar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ulm.ac.id\/en\/2016\/10\/06\/ulm-kukuhkan-dua-guru-besar\/","title":{"rendered":"ULM KUKUHKAN DUA GURU BESAR"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"http:\/\/ulm.ac.id\/en\/wp-content\/uploads\/2016\/10\/1a.jpg\" rel=\"attachment wp-att-7807\"><img fetchpriority=\"high\" class=\"wp-image-7807 alignright\" src=\"http:\/\/ulm.ac.id\/en\/wp-content\/uploads\/2016\/10\/1a-1024x524.jpg\" alt=\"1a\" width=\"314\" height=\"161\" srcset=\"https:\/\/ulm.ac.id\/en\/wp-content\/uploads\/2016\/10\/1a-1024x524.jpg 1024w, https:\/\/ulm.ac.id\/en\/wp-content\/uploads\/2016\/10\/1a-300x153.jpg 300w, https:\/\/ulm.ac.id\/en\/wp-content\/uploads\/2016\/10\/1a-768x393.jpg 768w, https:\/\/ulm.ac.id\/en\/wp-content\/uploads\/2016\/10\/1a.jpg 1500w\" sizes=\"(max-width: 314px) 100vw, 314px\" \/><\/a>Universitas Lambung Mangkurat kukuhkan dua Guru Besar dalam acara Rapat Terbuka Senat Universitas Lambung Mangkurat, Kamis (06\/10). Acara yang bertempat di Gedung Teater Fakultas Kedokteran ini dihadiri para pejabat di lingkungan Provinsi Kalimantan Selatan,\u00a0 Ketua IKA ULM, mantan Rektor ULM, para keluarga guru besar yang dikukuhkan, serta para dosen dan sivitas akademika lainnya. Dua orang yang dikukuhkan menjadi Guru Besar adalah Prof. Dr. Ir. H. Ismed Setya Budi, MS., dan `Prof. Dr. dr. H. Ari Yunanto, Sp.A(K)., IBCLC., S.H. Dengan bertambahnya dua Guru Besar ini, ULM memiliki 35 orang Guru Besar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam pengukuhan tersebut masing masing guru besar menyampaikan orasi ilmiah nya yaitu \u00a0Prof. Dr. Ir. H. Ismed Setya Budi, MS., dengan Orasi Ilmiah yang berjudul \u201cEndofit : Mikroba di Lahan Basah yang Masih Terabaikan\u201d sedangkan Prof. Dr. dr. H. Ari Yunanto, Sp.A(K)., IBCLC., S.H. dengan orasi ilmiah berjudul \u201cPeran Saliva Sebagai Biomarker Dalam Penegakan Diagnosis Sepsis Neonatal Sebagai Upaya Pengembangan Pemeriksaan Noninvasif.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"http:\/\/ulm.ac.id\/en\/wp-content\/uploads\/2016\/10\/6a-1.jpg\" rel=\"attachment wp-att-7806\"><img class=\"wp-image-7806 alignleft\" src=\"http:\/\/ulm.ac.id\/en\/wp-content\/uploads\/2016\/10\/6a-1-1024x702.jpg\" alt=\"6a\" width=\"244\" height=\"168\" srcset=\"https:\/\/ulm.ac.id\/en\/wp-content\/uploads\/2016\/10\/6a-1-1024x702.jpg 1024w, https:\/\/ulm.ac.id\/en\/wp-content\/uploads\/2016\/10\/6a-1-300x206.jpg 300w, https:\/\/ulm.ac.id\/en\/wp-content\/uploads\/2016\/10\/6a-1-768x527.jpg 768w, https:\/\/ulm.ac.id\/en\/wp-content\/uploads\/2016\/10\/6a-1.jpg 1500w\" sizes=\"(max-width: 244px) 100vw, 244px\" \/><\/a>Rektor ULM Prof. Dr. H. Sutarto Hadi M.Si., M.Sc dalam pidatonya menyampaikan selamat dan penghargaan setinggi tingginya kepada kedua Guru Besar yang baru. Beliau juga menyampaikan bahwa untuk mencapai puncak karir sebagai akademisi adalah hal yang tidak mudah, diperlukan konsistensi dalam Tri Darma Perguan Tinggi, penulisan buku ajar, referensi serta publikasi pada jurnal internasional. sebagai guru besar diharapkan untuk berkarya lebih intens untuk menghasilkan penelitian, publikasi dan hak paten yang mempunyai nilai tambah bagi ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan bertambahnya jumlah Guru Besar diharapkan bisa meningkatkan kualitas pembelajaran di prodi atau fakultas masing masing serta pencapaian ini bisa menjadi pendorong dalam mengembangkan karya ilmiah yang bermanfaat bagi pengembangan ilmu dan kemaslahatan manusia. (Humas ULM)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Universitas Lambung Mangkurat kukuhkan dua Guru Besar dalam acara Rapat Terbuka Senat Universitas Lambung Mangkurat, Kamis (06\/10). Acara yang bertempat di Gedung Teater Fakultas Kedokteran ini dihadiri para pejabat di lingkungan Provinsi Kalimantan Selatan,\u00a0 Ketua IKA ULM, mantan Rektor ULM, &hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":5,"featured_media":7808,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_bbp_topic_count":0,"_bbp_reply_count":0,"_bbp_total_topic_count":0,"_bbp_total_reply_count":0,"_bbp_voice_count":0,"_bbp_anonymous_reply_count":0,"_bbp_topic_count_hidden":0,"_bbp_reply_count_hidden":0,"_bbp_total_topic_count_hidden":0,"_bbp_total_reply_count_hidden":0,"_bbp_forum_subforum_count":0,"pmpro_default_level":0},"categories":[23],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7805"}],"collection":[{"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7805"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7805\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7809,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7805\/revisions\/7809"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7808"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7805"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7805"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7805"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}