{"id":4341,"date":"2015-08-28T17:17:06","date_gmt":"2015-08-28T10:17:06","guid":{"rendered":"http:\/\/ulm.ac.id\/en\/?p=4341"},"modified":"2015-08-28T22:17:02","modified_gmt":"2015-08-28T15:17:02","slug":"unlam-mencetak-prestasi-dalam-nudc-2015","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ulm.ac.id\/en\/2015\/08\/28\/unlam-mencetak-prestasi-dalam-nudc-2015\/","title":{"rendered":"UNLAM MENCETAK PRESTASI DALAM NUDC 2015"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Lomba debat menggunakan bahasa Inggris antar perguruan tinggi menjadi bagian penting dari kompetisi di era global. Lomba debat ini menuntut kemampuan berbahasa Inggris yang baik dan kemampuan berargumentasi. Kemampuan bahasa Inggris yang baik akan meningkatkan kemampuan komunikasi mahasiswa dalam berinteraksi dengan masyarakat internasional. Sedangkan kemahiran dalam berargumentasi akan meningkatkan kemampuan mahasiswa untuk membuat keputusan berdasarkan analisis yang logis dan faktual. <a href=\"http:\/\/ulm.ac.id\/en\/wp-content\/uploads\/2015\/08\/4.jpg\"><img fetchpriority=\"high\" class=\"aligncenter wp-image-4342 size-large\" src=\"http:\/\/ulm.ac.id\/en\/wp-content\/uploads\/2015\/08\/4-1024x742.jpg\" alt=\"4\" width=\"1024\" height=\"742\" srcset=\"https:\/\/ulm.ac.id\/en\/wp-content\/uploads\/2015\/08\/4-1024x742.jpg 1024w, https:\/\/ulm.ac.id\/en\/wp-content\/uploads\/2015\/08\/4-300x218.jpg 300w, https:\/\/ulm.ac.id\/en\/wp-content\/uploads\/2015\/08\/4.jpg 2000w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">National University Debating Championship (NUDC) atau Debat Bahasa Inggris Mahasiswa Tingkat Nasional 2015 merupakan kompetisi yang pada tahun ini diselenggarakan di Universitas Tanjungpura, Pontianak, Kalimantan Barat. Acara tahunan bergengsi ini dibuka secara resmi pada Rabu (19\/08) oleh Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Universitas Lambung Mangkurat berbangga karena bisa mengikuti ajang bergengsi tahunan tersebut dan yang lebih membanggakan lagi Unlam berhasil meraih prestasi yang luar biasa dalam NUDC 2015. NUDC 2015 diikuti sebanyak 336 mahasiswa yang berasal dari perguruan tinggi negeri dan perguruan tinggi swasta seluruh Indonesia. NUDC ini diawali seleksi yang dilakukan di tingkat perguruan tinggi selanjutnya akan mengikuti seleksi di tingkat wilayah yang diselenggarakan oleh Kopertis Wilayah I s.d. XIV. Pada kompetisi tingkat wilayah menentukan 8 tim terbaik yang akan mengikuti NUDC yang diselenggarakan di Universitas Tanjungpura. Kompetisi ini berlangsung dari tanggal 19 \u2013 24 Agustus 2015.<br \/>\nDalam NUDC 2015 Unlam mengirimkan 3 putri terbaiknya yaitu<br \/>\n&#8211; Anita Zulrakhmida Fajriani dari FKIP Unlam sebagai Debaters<br \/>\n&#8211; Nabila Hadiah Akbar dari Fakultas MIPA Unlam sebagai Debaters<br \/>\n&#8211; Amanda Auliya Apriliani dari FKIP Unlam sebagai Adjudicator<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Universitas Lambung Mangkurat berhasil bersaing dan menduduki peringkat 3rd NOVICE RUNNER UP di ajang tersebut, tidak mudah perjuangan mereka dalam kompetensi bergengsi tersebut hingga bisa menyingkirkan lawan dari berbagai perguruan tinggi seluruh Indonesia. Semula Unlam yang biasa hanya dipandang sebelah mata di setiap ajang di tingkat nasional kini Unlam sudah bermetamorfosis menjadi rival yang berat di setiap ajang nasional.(Humas Unlam)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Lomba debat menggunakan bahasa Inggris antar perguruan tinggi menjadi bagian penting dari kompetisi di era global. Lomba debat ini menuntut kemampuan berbahasa Inggris yang baik dan kemampuan berargumentasi. Kemampuan bahasa Inggris yang baik akan meningkatkan kemampuan komunikasi mahasiswa dalam berinteraksi &hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4349,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_bbp_topic_count":0,"_bbp_reply_count":0,"_bbp_total_topic_count":0,"_bbp_total_reply_count":0,"_bbp_voice_count":0,"_bbp_anonymous_reply_count":0,"_bbp_topic_count_hidden":0,"_bbp_reply_count_hidden":0,"_bbp_forum_subforum_count":0,"pmpro_default_level":0},"categories":[23],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4341"}],"collection":[{"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4341"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4341\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4362,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4341\/revisions\/4362"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4349"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4341"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4341"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4341"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}