{"id":16265,"date":"2020-09-01T09:36:36","date_gmt":"2020-09-01T02:36:36","guid":{"rendered":"https:\/\/ulm.ac.id\/en\/?p=16265"},"modified":"2020-09-01T09:36:36","modified_gmt":"2020-09-01T02:36:36","slug":"mendikbud-ajak-mahasiswa-indonesia-belajar-di-luar-negeri-kembali-ke-tanah-air-membangun-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ulm.ac.id\/en\/2020\/09\/01\/mendikbud-ajak-mahasiswa-indonesia-belajar-di-luar-negeri-kembali-ke-tanah-air-membangun-indonesia\/","title":{"rendered":"Mendikbud Ajak Mahasiswa Indonesia Belajar di Luar Negeri Kembali ke Tanah Air, Membangun Indonesia"},"content":{"rendered":"<p>Jakarta, Kemendikbud\u2014 Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim mengajak agar seluruh mahasiswa Indonesia yang telah selesai menimba ilmu di luar negeri untuk kembali ke Indonesia, membangun Indonesia.<\/p>\n<p>\u201cMohon kembali ke tanah air, negara Indonesia membutuhkan Anda,\u201d ucap Nadiem saat memberi sambutan pada Penutupan Simposium Internasional Online Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Dunia 2020 secara virtual di Jakarta, Minggu (30\/8\/2020).<\/p>\n<p>Lebih lanjut Mendikbud menyampaikan, dengan belajar di luar negeri kesempatan untuk menimba ilmu, pengalaman, membangun jaringan, dan mengenalkan budaya tentu akan sangat berguna dalam meningkatkan kompetensi diri dan memberikan kontribusi bagi bangsa.<\/p>\n<p>\u201cGunakan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. Setelah itu kembalilah ke tanah air karena besar sekali dampaknya yang teman-teman bisa lakukan untuk Indonesia,\u201d imbau Nadiem.<\/p>\n<p>Mendikbud mengatakan, paradigma kebergantungan dunia terhadap sumber daya alam telah bergeser ke arah sumber daya manusia. Saat ini, masyarakat di seluruh dunia menyadari bahwa kunci kemajuan sebuah bangsa terletak pada sumber daya manusianya.<\/p>\n<p>\u201cKita perlu sadari, tanpa kerja cerdas, makin sulit kita mengantarkan Indonesia pada kemajuan itu,\u201d tutur Mendikbud.<\/p>\n<p>Oleh karena itu, Nadiem mengaku bangga dengan capaian PPI Dunia yang telah menjalankan kiprahnya sebagai perhimpunan terbesar yang ada di luar negeri, dan berharap PPI dapat menunjukkan kontribusinya bagi kemajuan Indonesia.<\/p>\n<p>Menyambut arahan Mendikbud, Koordinator PPI Dunia periode 2019\/2020, Fadlan Muzakki mengajak rekan-rekan PPI untuk lebih berkontribusi membangun Indonesia di luar negeri.<\/p>\n<p>\u201cKetika kita kembali ke Indonesia, kita bisa berkolaborasi di dunia yang lebih nyata. Masih ada ikrar bagi teman-teman yang aktif berorganisasi untuk (terlibat) organisasi yang bersifat sukarela dan profesional sehingga kita bisa makin kreatif dan inovatif,\u201d ucapnya.<\/p>\n<p>\u201cMari kita berpikir positif, jangan mencaci-maki, jangan saling benci, mari bergandeng tangan membangun Indonesia dan mendukung koordinator terpilih,\u201d lanjutnya.<\/p>\n<p>Senada dengan itu, Koordinator PPI Dunia periode 2020\/2021, Choirul Anam mengaku siap untuk menjalankan tanggung jawab kepemimpinan yang diberikan kepadanya. \u201cKami beserta ketua PPI negara di 60 negara, siap menjalankan estafet kepemimpinan untuk PPI yang lebih baik dan Indonesia yag lebih baik,\u201d tutupnya.<\/p>\n<p>\u201cProklamator pertama Indonesia, Presiden Soekarno adalah lulusan dalam negeri, Bung Hatta adalah lulusan luar negeri.\u00a0 Saat keduanya berkolaborasi satu sama lain, dampaknya sangat luar biasa, semoga di zaman yang serba digital ini seluruh rekan-rekan PPI dapat berkolaborasi guna membuat gerakan baru yang bersejarah untuk memajukan Indonesia,\u201d pesan Fadlan.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.kemdikbud.go.id\/main\/blog\/2020\/09\/mendikbud-ajak-mahasiswa-indonesia-belajar-di-luar-negeri-kembali-ke-tanah-air-membangun-indonesia\">sumber<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta, Kemendikbud\u2014 Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim mengajak agar seluruh mahasiswa Indonesia yang telah selesai menimba ilmu di luar negeri untuk kembali ke Indonesia, membangun Indonesia. \u201cMohon kembali ke tanah air, negara Indonesia membutuhkan Anda,\u201d ucap Nadiem &hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_bbp_topic_count":0,"_bbp_reply_count":0,"_bbp_total_topic_count":0,"_bbp_total_reply_count":0,"_bbp_voice_count":0,"_bbp_anonymous_reply_count":0,"_bbp_topic_count_hidden":0,"_bbp_reply_count_hidden":0,"_bbp_total_topic_count_hidden":0,"_bbp_total_reply_count_hidden":0,"_bbp_forum_subforum_count":0,"pmpro_default_level":0},"categories":[69],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16265"}],"collection":[{"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=16265"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16265\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":16266,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16265\/revisions\/16266"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=16265"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=16265"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=16265"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}