{"id":10868,"date":"2017-11-03T18:15:17","date_gmt":"2017-11-03T11:15:17","guid":{"rendered":"http:\/\/ulm.ac.id\/en\/?p=10868"},"modified":"2017-11-03T18:18:25","modified_gmt":"2017-11-03T11:18:25","slug":"solusi-permasalahan-sungai-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ulm.ac.id\/en\/2017\/11\/03\/solusi-permasalahan-sungai-indonesia\/","title":{"rendered":"SOLUSI PERMASALAHAN SUNGAI INDONESIA"},"content":{"rendered":"<p><a href=\"http:\/\/ulm.ac.id\/en\/?attachment_id=10871\" rel=\"attachment wp-att-10871\"><img class=\"wp-image-10871 alignleft\" src=\"http:\/\/ulm.ac.id\/en\/wp-content\/uploads\/2017\/11\/DSC_7942.jpg\" alt=\"DSC_7942\" width=\"184\" height=\"123\" srcset=\"https:\/\/ulm.ac.id\/en\/wp-content\/uploads\/2017\/11\/DSC_7942.jpg 2992w, https:\/\/ulm.ac.id\/en\/wp-content\/uploads\/2017\/11\/DSC_7942-300x201.jpg 300w, https:\/\/ulm.ac.id\/en\/wp-content\/uploads\/2017\/11\/DSC_7942-768x513.jpg 768w, https:\/\/ulm.ac.id\/en\/wp-content\/uploads\/2017\/11\/DSC_7942-1024x684.jpg 1024w\" sizes=\"(max-width: 184px) 100vw, 184px\" \/><\/a>Banjarmasin (02\/11\/2017) Universitas Lambung Mangkurat berkesempatan untuk menyelenggarakan\u00a0 Sidang Komisi II yang merupakan rangkaian dari Kongres Sungai Indoneia III . Kegiatan ini diselenggarakan di aula lt.1 ULM, dengan narasumber dari Dirjen Pengendalian\u00a0 Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Dr. Ir. Hilman Nugroho, MP , Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Murung Raya Pujo Sarwono, dan Rektor ULM Prof. Dr. H. Sutarto Hadi, M.Si., M.Sc.\u00a0 Para Narasumber menyampaikan materi mengenai kelestarian sumber daya air hulu dan hilir beserta ekosistemnya. Selesai memberikan materi, para peserta yang berasal dari berbagai provinsi di Indonesia diberikan kesempatan untuk berdiskusi dengan narasumber. Para peserta terlihat antusias dalam mendiskusikan berbagai permasalahan sungai baik yang ada dibagian hulu maupun hilir.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"http:\/\/ulm.ac.id\/en\/2017\/11\/03\/solusi-permasalahan-sungai-indonesia\/img_7847\/\" rel=\"attachment wp-att-10875\"><img class=\" wp-image-10875 alignleft\" src=\"http:\/\/ulm.ac.id\/en\/wp-content\/uploads\/2017\/11\/IMG_7847.jpg\" alt=\"IMG_7847\" width=\"170\" height=\"114\" \/><\/a>Sehari sebelumnya, Kongres Sungai Indonesia III resmi dibuka dengan ditandai pemecahan mayang oleh Sekda Prov. Kalsel, Gubernur Jateng dan Walikota Banjarmasin. Kongres Sungai Indonesia kali ini mengusung tema Sungai Sebagai Pusat Peradaban. Berbagai rangkaian kegiatan ini berlangsung dari 01 sampai 04 november. Dalam KSI persoalan yang bakal dibahas mengenai rusaknya sungai dari Sabang sampai Merauke, termasuk sungai di Banjarmasin. Sebagai wilayah berjuluk Kota Seribu Sungai tentu sangat diuntungkan dengan menjadi tuan rumah dalam pelaksanaan KSI ini. Diharapkan dari terselenggaranya KSI mampu hasilkan keputusan yang cerdas, \u00a0serta menjadi kebijakan yang bersifat<a href=\"http:\/\/ulm.ac.id\/en\/2017\/11\/03\/solusi-permasalahan-sungai-indonesia\/img_7870\/\" rel=\"attachment wp-att-10874\"><img class=\" wp-image-10874 alignright\" src=\"http:\/\/ulm.ac.id\/en\/wp-content\/uploads\/2017\/11\/IMG_7870.jpg\" alt=\"IMG_7870\" width=\"171\" height=\"114\" \/><\/a> prioritas, bukan parsial, serta inovasi-inovasi baru dalam budaya sungai dengan segala macam pendekatan yang ujung-ujungnya adalah keselarasan hidup antara warga dan sungai. Dampak bagi kota Banjarmasin sendiri diharapkan normalisasi tak hanya dilakukan bagi sungai yang menjadi trade mark kota ini, namun juga sungai-sungai kecil agar bisa kembali mengukir wajah kota Banjarmasin. (Humas ULM)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Banjarmasin (02\/11\/2017) Universitas Lambung Mangkurat berkesempatan untuk menyelenggarakan\u00a0 Sidang Komisi II yang merupakan rangkaian dari Kongres Sungai Indoneia III . Kegiatan ini diselenggarakan di aula lt.1 ULM, dengan narasumber dari Dirjen Pengendalian\u00a0 Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung Kementerian Lingkungan &hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":10874,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_bbp_topic_count":0,"_bbp_reply_count":0,"_bbp_total_topic_count":0,"_bbp_total_reply_count":0,"_bbp_voice_count":0,"_bbp_anonymous_reply_count":0,"_bbp_topic_count_hidden":0,"_bbp_reply_count_hidden":0,"_bbp_total_topic_count_hidden":0,"_bbp_total_reply_count_hidden":0,"_bbp_forum_subforum_count":0,"pmpro_default_level":0},"categories":[23],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10868"}],"collection":[{"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10868"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10868\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":10877,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10868\/revisions\/10877"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10874"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10868"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10868"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10868"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}