DIES NATALIS KE 60 ULM

jepang1Sebagai pertanda dimulainya rangkaian kegiatan Dies Natalis ke 60 ULM, bertempat di Aula Rektorat ULM (10/09/20189) dilakukan launching logo resmi pelaksanaan Dies Natalis ke 60 ULM. Dihadiri oleh Rektor Prof. Dr. H. Sutarto Hadi, M.Si., M.Sc, Wakil Rektor IV Prof. Dr. Ir. H. Yudi Firmanul Arifin, M.Sc, serta sivitas akademika dilingkungan ULM. Dies Natalis tahun ini bertema Bekerja Nyata Untuk ULM Yang Terkemuka Dan Berdaya Saing. Rektor menyampaikan bahwa Dies Natalis ULM di tahun ini akan lebih meriah dari tahun-tahun sebelumnya, berbagai kegiatan akademis maupun non-akademis akan diselenggarakan untuk memeriahkan penyelenggaraan Dies Natalis tahun ke 60. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, Natalis ini ULM akan menulusuri kembali perjuangan-perjuangan Rektor terdahulu dengan mengundang para ahli warisnya untuk memberikan testimoni bagaimana perjuangan Rektor-Rektor terdahulu dalam mendirikan ULM. Nantinya, hasil testimoni dari Rektor-Rektor terdahulu dan para ahli warisnya akan dituangkan ke dalam buku agar para generasi muda tidak lupa bagaimana sejarah perjuangan para pendiri sejak ULM didirikan hingga sekarang telah menjadi perguruan tinggi yang bisa diperhitungkan ditingkat Nasional.

jepang2Sebelumnya, sebagai salah satu rangkaian dari kegiatan Dies Natalis ke 60 ULM Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan menyelenggarakan Kuliah Umum dengan tema Promoting Culture, Literature, and Arts of Japan and Indonesia to Strengthen Cooperation in Education. Narasumber dari kuliah umum ini adalah Guru Besar dalam bidang seni dan sastra dari Nihon University Jepang Prof. Kiyomi Yamasitha. Dosen, mahasiswa serta siswa dari sekolah di kota Banjarmasin yang mempelajari bahasa dan budaya jepang yang berhadir dalam acara ini pun nampak antusias menyimak materi mengenai budaya intelektual, kesenian, kesusastraan, dan tradisi bangsa Jepang yang disampaikan oleh Prof. Kiyomi Yamasitha.

jepang 3Dalam sambutannya Rektor menyampaikan bahwa Indonesia dan Jepang  merupakan bangsa yang besar karena telah berhasil mempertahankan tradisi dan kebudayaan dari masing-masing bangsa karena merupakan warisan yang harus terus menerus dilestarikan. Dalam kegiatan ini juga FKIP  dan Nihon University akan bekerjasama khususnya dalam pertukaran pelajar, mahasiswa dan dosen, serta pembelajaran timbal balik mengenai seni dan bahasa kedua negara.  Rektor menambahkan, dari kerja sama ini ULM berencana membuat pusat studi Jepang yang diharapkan bisa menjadi cikal bakal program studi bahasa Jepang untuk memfasilitas semakin kuatnya tren mempelajari bahasa asing  dikalangan generasi muda. (Humas ULM)

Blog Attachment