BEKANTAN DARI BANUA UNTUK DUNIA

bkantan“Bekantan dari Banua untuk Dunia” menjadi tema dalam kegiatan peringatan Hari Bekantan Tahun 2018 di Aula lt.1 ULM (03/04/2018). Hari Bekantan dipilih menyesuaikan dengan tangggal penetapan bekantan sebagai maskot Provinsi Kalsel berdasarkan pada SK Gubernur Kalsel No 29 Tahun 1990 tanggal 28 maret 1990. Sahabat Bekantan Indonesia Foundation menjadikan tanggal tersebut sebagai momentum untuk menumbuhkan kepedulian dan semangat besar untuk memperjuangkan Bekantan yang saat ini mulai terancam. Hadir dalam kegiatan ini Gubernur Kalsel H. Sahbirin Noor, S.Sos, M.H, Rektor ULM Prof. Dr. H. Sutarto Hadi, M.Si, M.Sc, Prof. Dr. Ir. H. Gusti Muhammad Hatta, MS, Kepala BKSDA Kalsel, anggota Komisi IV DPRD, serta mahasiswa yang sebagian dari mereka juga  merupakan anggota dari Sahabat Bekantan Indonesia. Narasumber untuk talkshow dalam kegiatan ini berasal dari University of Cambridge UK Dr. Rosalie Dench, MA., VetMB., MRCVS dan dari Guru Besar Universitas Indonesia Prof. Jatna Supriatna, Ph.D yang membahas mengenai usaha untuk menjadikan Kalsel sebagai pusat riset dan ekowisata bekantan baik di nasional dan dunia.

Dalam kegiatan ini juga diserahkan penganugerahan Bekantan Award 2018 kepada Gubernur Kalsel atas dedikasinya dalam upaya perlindungan dan pelestarian Bekantan. Menurut Gubernur Kalsel penghargaan ini merupakan kebanggaan yang tidak bisa dinilai dengan uang karena Bekantan merupakan fauna yang ada di Kalsel. Seperti Panda yang menjadi ciri khas dari Cina, diharapkan Bekantan bisa dicintai oleh masyarakat Kalsel dan setidaknya Bekantan bisa menjadi sekelas dengan Panda yang ada di Cina. Gubernur juga menekankan bahwa usaha konservasi masih terus dilakukan oleh pemerintah Provinsi bersama pemerintah Kabupaten/Kota, kegiatan konservasi ini pun juga dilakukan oleh perusahaan swasta, BUMN, dan BUMD sehingga terjadi kolaborasi yang baik terhadap pencegahan kepunahan dari Bekantan.

bkantan 2Rektor dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan kiprah yang sangat penting yang menunjukan komitmen untuk melestarikan Bekantan yang disebut sudah hampir punah. Rektor juga mengapresiasi kepada sahabat Bekantan Indonesia yang telah bekerja dengan tulus dan ikhlas dengan berbagai upaya untuk melestarikan Bekantan sehingga harus terus didukung. Rektor berharap populasi Bekantan bisa terus meningkat dan tetap terjaga sehingga anak cucu kita nantinya masih bisa melihat Bekantan langsung dihabitat aslinya. (Humas ULM)

Blog Attachment