KOMINFO AJAK MAHASISWA UNTUK BIJAK DALAM BERMEDIA SOSIAL

IMG_8184Dunia global saat ini telah mengalami pergeseran yang luar biasa, khususnya dibidang teknologi digital. Teknologi informasi saat ini sudah tidak bisa kita hindari sebagai bagian dari kebutuhan publik. Beragam hal yang terjadi dalam dunia global sudah memasuki ruang dan waktu tanpa batas dan tanpa dapat dibendung akibat kemajuan teknologi melalui media digital. Kondisi seperti harus disikapi dengan bijak oleh masyarakat, apalagi terkait dengan penyebaran informasi yang sering sekali tidak dipertanggungjawabkan kebenarannya. Para mahasiswa sebagai generasi muda harus mampu memfilter  informasi yang beredar dalam media sosial serta bijak dan produktif dalam penggunaannya. Terkait hal tersebut, Kementerian Komunikasi dan Informatika RI bekerjasama dengan Universitas Lambung Mangkurat mengadakan Lokakarya Bijak & Produktif Bermedia Sosial di aula Rektorat lt.3, Selasa (14/11/2017). Staff Ahli Bidang Hukum Kominfo Prof. Dr. Drs. Henri Subiakto ,SH.,MH., yang menjadi narasumber dalam lokakarya ini menyampaikan, perlunya digalakan literasi untuk mencegah dan menanggulangi pemberitaan hoax. Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk penanggulannya adalah kritis terhadap informasi negatif, serta membangun budaya untuk malu melakukan sharing informasi hoax.  Selain itu, masyarakat harus bisa menempatkan hoax dan hate speech sebagai musuh bersama dan musuh bangsa. Ditambahnya, Prof. Dr. Drs. Henri Subiakto, SH.,MH, juga mengajak semua elemen masyarakat untuk memperteguh nilai-nilai kebaikan, etika berdasarkan Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika serta menghimbau untuk melakukan publikasi dan menyebarkan konten yang positif.

IMG_8149Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerjasama dan Humas Prof. Dr. Ir. H. Yudi Firmanul Arifin, M.Sc menyampaikan, diera digitalisasi sekarang masyarakat sudah tidak asing lagi dengan yang namanya media sosial. Namun, apakah kita sudah bijak dalam memanfaatkanya. Suatu tulisan di media sosial terkadang memiliki banyak tafsir bagi orang lain, maka dari itu para pengguna media sosial harus benar-benar tahu apa yang ingin disampaikannya. Prof. Dr. Ir. H. Yudi Firmanul Arifin, M.Sc  juga menambahkan, perguruan tinggi harus bisa menyesuaikan serta terus mengikuti perkembangan di era digital seperti ini. Akan tetapi, peran kita di perguruan tinggi untuk bisa berlaku bijak dalam penggunaan media sosial dan pencegahaan hoax jangan sampai terlupakan. (Humas ULM)