PENINGKATAN KAPASITAS RISET PTN INDONESIA

DSC_1088Jakarta, (21/03/2017) Bertempat di Auditorium Kemenristekdikti Senayan Jakarta, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Mohamad Nasir bersama dengan Wakil Duta Besar Amerika Serikat, Brian McFeeters, meluncurkan kegiatan USAID’s Sustainable Higher Education Research Alliances Program (USAID SHERA) senilai $20 Juta Dolar AS dalam bentuk hibah penelitian untuk lima Pusat Kolaborasi Riset atau Center for Collaborative Research (CCR) yang diusung USAID SHERA, dan menjadi wadah  para akademisi, peneliti, pemerintah daerah, pihak swasta dan NGO di Indonesia dan Amerika Serikat.

SHERA adalah program lima tahun yang didanai oleh U.S. Agency for International Development (USAID) berkolaborasi dengan Kemenristekdikti. Program SHERA ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas riset di sektor pendidikan tinggi Indnesia dan juga meningkatkan lingkungan yang kondusif untuk riset yang berkualitas. USAID SHERA bekerja sama dengan Kemenristekdikti dan  23 perguruan tinggi di Indonesia, baik  negeri maupun swasta, yang tersebar mulai  dari Aceh hingga Papua, dan 8 perguruan tinggi di AS. Selain perguruan tinggi, dalam beberapa topik penelitian juga melibatkan pihak swasta dan pemerintah daerah sehingga diharapkan terjadi sinergi kekuatan antara akademisi, bisnis, dan pemerintah.

Dengan mendirikan Centers for Collaborative Research (CCR) dalam universitas terkemuka di Indonesia, SHERA akan mempertemukan para sarjana dari Indonesia dan Amerika Serikat untuk melakukan riset bertaraf dunia dalam bidang bidang yang penting bagi pembangunan negara, juga lebih meningkatkan kapasitas sarjana-sarjana Iindonesia serta mendorong berbagi ilmu pengetahuan dengan universitas universitas dan institusi anggota diseluruh negeri.

sadsaDalam hal ini Universitas Lambung Mangkurat mendapat kesempatan untuk dapat berkolaborasi dalam dua dari lima CCR yang diusung, yaitu dalam topik Public Health and Infection Disease yang diketuai oleh Universitas Padjajaran dan Innovative  Technelogies oleh Institut Teknologi Bandung. CCR tersebut memiliki target dalam 4 tahun kedepan akan menghasilkan minimal lima puluh jurnal Internasional yang benar-benar berkualitas.

Rektor ULM Berharap kesempatan yang sangat bagus ini bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya agar bisa mendorong kapasitas dari peneliti di ULM sehingga menghasilkan penelitian yang juga berkualitas. Rektor juga berharap agar momentum ini tidak hanya berhenti setelah proyek ini selesai namun bisa terus berlanjut dan tetap didorong walaupun secara mandiri. (Humas ULM)

Blog Attachment