Tahun 2015 Batu Loncatan Kemajuan Unlam

GIMSCOSuatu hari beberapa orang mahasiswa Prodi Teknik Mesin Unlam menghadap saya. Mereka datang didampingi oleh dosen pembimbing. Seperti biasa saya menyambut mahasiswa, calon pemimpin masa depan kita, dengan ramah dan mempersilakan mereka menyampaikan uneg-uneg. Tak dinyana ternyata mereka datang dengan gagasan brilian. Dokumen lengkap tentang desain mobil hemat energi disodorkan kepada saya, lengkap dengan gambar-gambar dan spesifikasi teknis. Insting saya mengatakan proyek ini sangat bagus dan punya potensi besar mengangkat nama Unlam di tingkat nasional bahkan internasional. Mereka menyampaikan akan ikut serta dalam Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) di UB Malang. Tanpa banyak pikir saya katakan: “kerjakan, saya dukung!”

Potensi itu terlihat dari mahasiswa yang belajar di Unlam umumnya adalah putra-putri pilihan alumni sekolah menengah dari pelbagai daerah di Indonesia. Setiap tahun jumlah peminat yang masuk ke Unlam terus meningkat. Ini menandakan bahwa Unlam menjadi salah satu pilihan favorit bagi siswa sekolah menengah.

Pada suatu kesempatan lain, tiga orang mahasiswa Prodi Pendidikan Dokter Fakul­tas Kedokteran Unlam menghadap. Mereka akan menghadiri Lomba Karya Tulis Ilmiah (Scripta Research Festival) di USU Medan, dan tidak memiliki anggaran cukup untuk berangkat. Dua dari mereka adalah mahasiswa penerima Bidikmisi. Melihat semangat dan tekad bulat mereka tidak ada alasan untuk tidak mendukung mahasiswa­-mahasiswa yang cerdas dan kreatif ini. Dua cerita di atas adalah sekelumit kegiatan pengembangan bakat, minat dan kreativitas mahasiswa Unlam. Saya melihat Unlam memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi universitas terkemuka dan berdaya saing. Potensi itu terlihat dari mahasiswa yang belajar di Unlam umumnya adalah putra­-putri pilihan alumni sekolah menengah dari pelbagai daerah di Indonesia. Setiap tahun jumlah peminat yang masuk ke Unlam terus meningkat. Ini menandakan bahwa Unlam menjadi salah satu pilihan favorit bagi siswa sekolah menengah.

Menjadi tantangan bagi Unlam mengolah keunggulan komparatif ini. Terutama harus didukung oleh sumber daya manusia, khususnya dosen, yang juga unggul. Alhamdulillah, terjadi peningkatan yang cukup pesat jumlah doktor di Unlam. Sampai dengan saya menyusun tulisan ini jumlah doktor di Unlam adalah 214 orang. Meningkat lebih seratus persen dibandingkan data tiga tahun yang lalu, yang berjumlah 97 orang. Tentu saja Unlam masih kekurangan doktor dari total 1014 orang dosen yang dimilikinya. Saat ini ada 132 orang dosen Unlam yang sedang mengambil S3 di dalam dan luar negeri. Angka yang sangat realistis jika tiga tahun ke depan Unlam memiliki minimal 346 doktor.

Selain itu, pada tahun 2015 ini Unlam telah mengirim sedikitnya 20 staf pengajar mengikuti Pelatihan Non Gelar Luar Negeri (ONDT) ke pelbagai universitas di Australia, Belanda, Inggris, Jepang, Tiongkok, Italia dan Malaysia. Para dekan dari sepuluh fakultas difasilitasi menimba pengalaman ke luar negeri dan menjajagi peluang kerja sama. Sebanyak 60 orang staf juga dikirim mengikuti pelatihan di dalam negeri (Domestic Non-Degree Training), dalam pelbagai bidang seperti pengelolaan jurnal daring (on- line), penulisan artikel jurnal ilmiah, pengelolaan akademik, perpustakaan, sistem informasi, dan penjaminan mutu.

Pendidikan yang baik harus didukung kurikulum yang baik pula. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta kebutuhan tenaga kerja yang sesuai dengan kemajuan tersebut mendorong Unlam melakukan revitalisasi kurikulum. Sebanyak 61 Prodi telah melaksanakan pengembangan kurikulum pada tahun 2015 ini. Sebanyak 52 Prodi telah menerapkan kurikulum baru hasil pengembangan tersebut. Yang juga tidak kalah penting dalam pengelolaan pendidikan tinggi adalah menciptakan suasana akademik yang kondusif. Pada tahun 2015 ini seluruh fakultas di Unlam menyelenggarakan kegiatan seminar dan pertemuan ilmiah. Bahkan beberapa fakultas, seperti Fakultas Hukum, FKIP, FISIP, Fakultas Kehutanan dan Fakultas MIPA menggelar seminar internasional. Suasana ilmiah semakin terasa di kampus perjuangan ini. Ini sebuah pertanda yang baik bahwa Unlam sudah bergerak go international. Jalinan kerja sama yang telah dirintis oleh para dekan sudah mulai membuahkan hasil.

Kerja sama dengan lembaga donor internasional juga terus berlanjut, seperti dengan KOICA yang menyediakan tenaga pengajar bahasa Korea yang mengajar di Pusat Studi Korea Unlam, dengan USAID­HELM dalam bidang pengembangan kelembagaan (leadership and management) dan penjaminan mutu, dan IDB (Islamic Development Bank). Pinjaman IDB melalui Proyek IDB 7in1 (Unlam, Untan, UNESA, UNY, Unsrat, UNG, dan Unsyiah) sudah memasuki implementasi tahun kedua, terhitung sejak pinjaman tersebut berlaku efektif sejak April 2014. Saat ini Proyek IDB 7in1 memasuki tahapan penting. Pekerjaan konstruksi (civil works) akan segera dilaksanakan mulai tahun depan. Para rektor yang tergabung dalam proyek ini pada 1 – 3 Desember 2015 berada di Jeddah untuk melaksanakan misi percepatan implementasi. Komitmen sudah diperoleh dari Kantor IDB Jeddah untuk mengeluarkan NOL (No Objection Letter) terhadap dokumen kontrak DEDC (Detail Engineering Design Consultant). Dengan demikian konsultan perencanaan sudah mulai bisa bekerja. Melalui Proyek IDB 7in1 ini Unlam akan membangun 12 gedung baru. Ini akan menjadi pencapaian yang sangat berarti untuk memperkuat prarasana kampus Unlam yang pada gilirannya akan meningkatkan mutu, daya tampung (akses), dan daya saing. Inilah modal penting untuk menjadikan Unlam terkemuka dan berdaya saing (a leading and competitive university).

Pada kesempatan yang baik ini saya ingin menyampaikan terimakasih dan penghargaan kepada Direktur Eksekutif PIU IDB Unlam Ir. Rusliansyah, MSc dan tim yang telah bekerja keras melanjutkan perjuangan merealisasikan proyek IDB Unlam yang sudah kami rintis sejak lima tahun yang lalu. Terimakasih dan penghargaan juga disampaikan kepada para pembina kemahasiswaan, yaitu WR 3 Dr. H. Abrani Sulaiman, para Wadek 3 masing­masing fakultas, dan Kasubag Kemahasiswaan atas prestasi hebat yang telah dicapai mahasiswa Unlam pada tahun 2015.

Sebagaimana saya uraikan di awal tulisan ini, prediksi saya ternyata terbukti. Mahasiswa Prodi Teknik Mesin yang terdiri dari Aulia Nafarin, Aulia Rahman, Hendrico Ramelan, Bagus Saputro, Pikri Eryanto, M. Zaki dan Faisal Hasan, di bawah bimbingan Bapak Apip Amrullah dkk berhasil membawa Tim Bakantan Hamuk memperoleh Juara 2 (Kategori Desain dan Analisis) dalam Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) di UB Malang. Mahasiswa FK yang berangkat ke Medan, yaitu Rezeki Ananda Elyani, Rina Lesiana, dan Rahmi Noorhayati memperoleh Juara 3 dalam Scripta Research Festival yang diselenggarakan oleh USU.

Tambahan prestasi lainnya dari mahasiswa FK Unlam disumbangkan oleh Rizky Pratama dan Rangsang Bagus Prabowo yang menjadi Juara 2 dalam Gadjah Mada Indonesian Medical Science Olympiad (GIMSCO) 2015. Melengkapi prestasi mereka, Dzulfikar Sakti Ramadhan dan Effendy menjadi Juara Harapan 2 di ajang yang sama (GIMSCO 2015). Prestasi yang juga sangat Membanggakan adalah untuk pertama kali mahasiswa Unlam merebut medali emas dalam Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) 2015 di UHO Kendari untuk kategori Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). Tim PKM Unlam terdiri dari Abdul Raup (FMIPA), Pikri Eryanto (FT), Deni Frayoga (FK) dan Erni Arniati Novitasari dan Agnes Lusiana (keduanya dari PGSD FKIP).

Selain itu, Ramadhan Feisal mahasiswa FEB Unlam juga menjadi Best Speaker pada ajang Sriwijaya National Management Competition (SNMC) yang berlangsung 15-­17 Oktober 2015 di Palembang. Pada ajang National University Debating Championship atau Debat Bahasa Inggris Tingkat Nasional yang berlangsung di Untan Pontianak (19­24 Agustus 2015), tiga mahasiswa Unlam, yaitu Anita Zulrakhmida (FKIP), Nabila Hadiah Akbar (FMIPA), dan Amanda Auliya Apriliani (FKIP) berhasil menjadi Juara 3.

Pada ajang yang lain, tiga orang mahasiswa Fakultas Hukum Unlam menjadi Juara 3 dalam Lomba Debat Konstitusi se­ Indonesia Regional Timur. Mereka terdiri dari Fachrunisa, Kartini dan Yulia Agustina. Dalam sejarah perlombaan sejak 2006, baru kali ini Tim Unlam mampu mencapai tahap tersebut.

Tahun 2015 akan segera berakhir dan kita bangga bisa melewati tahun ini dengan prestasi yang membawa harapan. Tahun 2015 adalah batu loncatan yang penting bagi Unlam untuk menjadi perguruan tinggi terkemuka dan berdaya saing. Semoga pada tahun 2016 kita dapat meningkatkan prestasi kita di pelbagai bidang melalui kerja keras dan kerja cerdas.

Sumber: Unlam News